Kisah nenek Ki Hajar Dewantara, wanita tangguh yang memimpin perang

Yuk cari tahu lebih dalam tentang Nyi Ageng Serang, nenek dari Ki Hadjar Dewantara!

Dewi Ratna
Oleh Dewi Ratna - Reporter
Kisah nenek Ki Hajar Dewantara, wanita tangguh yang memimpin perang
Ki Hajar Dewantara. 2.bp.blogspot.com

Mungkin kamu sudah akrab dengan nama Ki Hajar Dewantara, namun tidak dengan sosok pahlawan nasional wanita yang satu ini. Beliau adalah Nyi Ageng Serang yang tak lain adalah nenek dari Ki Hajar Dewantara.Nyi Ageng Serang lahir dengan nama asli Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi. Beliau adalah putri dari Pangeran Natapraja yang tak lain adalah seorang penguasa daerah Serang, Jawa Tengah. Selain penguasa, Pangeran Natapraja juga merupakan seorang Panglima Perang Sultan Hamengku Buwono I.Wanita kelahiran Serang tersebut juga merupakan salah satu keturunan dari Sunan Kalijaga. Beliau juga mempunyai seorang cucu yang kelak akan menjadi seorang pahlawan, yakni R.M. Soewardi Surjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.Berbeda dengan kebanyakan wanita di zamannya yang diatur oleh adat kebiasaan yang kuat, Nyi Ageng Serang ternyata rajin mengikuti latihan-latihan kemiliteran dan siasat perang bersama dengan para prajurit pria. Beliau juga sering ikut sang ayah untuk turun ke medan perang melawan penjajah. Sampai akhirnya setelah ayahnya wafat, beliau kemudian diangkat menggantikan kedudukan sang ayah sebagai penguasa Serang dan diberi gelar Nyi Ageng Serang.Di masa kepemimpinannya, banyak rakyat yang mengalami kelaparan dan kesengsaraan akibat ulah dari penjajah Belanda. Beliau pun memberikan bantuan dengan membagi-bagikan makanan. Selain itu, beliau juga melakukan perlawanan fisik untuk mengusir pasukan Belanda dari tanah kelahirannya tersebut.Ketika Perang Diponegoro meletus pada tahun 1825, Nyi Ageng Serang bersama pasukan yang setia terhadap ayahnya ikut berperang bersama Pangeran Diponegoro dan menantunya Raden Mas (R.M.) Pak–Pak. Karena usianya yang sudah sangat tua yakni 73 tahun, Nyi Ageng memimpin pasukannya dari atas tandu. Setelah tiga tahun bertempur bersama Pangeran Diponegoro, Nyi Ageng Serang akhirnya merasa tidak kuat lagi melawan penjajah karena kekuatan fisiknya yang semakin lemas. Beliau mundur dari peperangan dan pasukan yang dipimpin kemudian diambil alih oleh Raden Mas Pak-Pak.Nyi Ageng Serang menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1828 saat usianya menginjak angka 76 tahun. Saat tutup usia, beliau meninggalkan Serang sebagai daerah merdeka.

Rekomendasi