Udah tahu ciri-ciri puisi, tapi masih bingung bedain jenis-jenis puisi? Sebenarnya puisi beragam banget, karena memang puisi berasal dari banyak daerah di Indonesia. Nggak cuma itu, perkembangan bahasa dari masa ke masa juga bikin puisi semakin bervariasi. Kalau berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan menjadi puisi inkonvensional (modern atau baru) dan puisi konvensional (lama). Seperti apa sih ciri-cirinya? Yuk simak penjelasan di bawah ini. 1. Puisi inkonvensional – adalah puisi yang nggak terikat oleh pengaturan dalam penciptaan puisi. Meskipun nggak terikat banyak aturan, dalam puisi modern tetap ada ritme, rima dan musikalitas (Waluyo, 2003). Sekarang ini, puisi modern banyak yang unik, bahkan ada juga yang bikin kita berdecak kagum padanya. Inilah salah satu contoh puisi modern yang dibuat oleh Taufiq ismail.DENGAN PUISI AKUDengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya2. Puisi konvensional (lama) – adalah puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas. Contoh-contoh jenis-jenis puisi lama misalnya:a. pantun
b. syair
c. gurindam
d. bidal
e. talibunSelain kelima contoh di atas, masih banyak lagi sebenarnya jenis puisi lama lainnya. Kalau kamu tertarik untuk mencari tahu, pasti bakal banyak ilmu yang bisa kamu dapat dari puisi-puisi lama itu. Semua jenis puisi punya daya tariknya masing-masing. Apa kamu ingin tahu lebih dalam tentang puisi?