Penggunaan beberapa kata yang salah kaprah, apa saja?
Merdeka.com - Dalam keseharian seringkali ditemui kata-kata dalam bahasa Indonesia yang salah kaprah. Salah kaprah berarti sebuah kesalahan atau kekeliruan yang digunakan secara luas dan masal sehingga dianggap kaprah (lumrah) atau dianggap kelaziman. Bisa jadi di antara kamu juga masih ada yang menggunakan kata yang salah, berikut di antaranya:
1. Tegar
Pada awalnya (menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, karya W.J.S Purwadarminta), kata tegar berarti keras kepala, kepala batu dan ngeyel. Namun, entah sejak kapan kata ini bertambah makna (jadi dua makna) yaitu tabah; kuat; sabar. Padahal makna kedua ini bertolak belakang dengan yang pertama. Entah kenapa pula dalam keseharian makna yang lebih sering beredar makna yang kedua.
2. Ubah atau rubah
Dalam bahasa formal atau informal, seringkali kata ini dieja dengan kata rubah atau merubah. Ketika kata ini diberi imbuhan me-, kata yang terbentuk adalah mengubah (me+ubah=meng+ubah) dan bukan merubah. Merubah bisa saja berarti menjadi (seperti binatang) rubah. Diduga kekeliruan ini disebabkan karena salah paham saat penutur mengubah kata berubah atau perubahan menjadi bentuk melakukan atau membuat sesuatu jadi bentuk yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
3. Absensi atau presensi
Absen dipungut dari bahasa Belanda (absent), berarti tidak hadir atau tidak masuk. Kalau absensi digabung dengan kehadiran maka akan menjadi arti yang berbeda dan bertentangan. Lebih baik tulisan absensinya dihilangkan. Namun begitu, penggunaan kata mengabsen (pemanggilan daftar hadir agar tahu mana yang hadir dan tidak) atau absensi (daftar ketidakhadiran) sah-sah saja digunakan.
Sinonim presensi: hadir, masuk
Antonim presensi: mangkir, bolos, perlop, madol, tidak hadir
4. Acuh
Kata acuh merupakan kata yang paling sering disalahartikan. Bagi sebagian penutur, acuh itu berarti cuek dan tidak perhatian. Padahal menurut kamus, acuh itu berarti peduli; hirau; ingat; indah; hisab. Lalu bagaimana dengan frasa acuh tak acuh? Itu berarti peduli-tidak peduli atau terkadang perhatian dan terkadang tidak.
5. Geming
Selain acuh, kata geming termasuk yang sering salah tempat. Bagaimana dengan kalimat 'diam tak bergeming'? Itu berarti 'diam tak diam', padahal maksudnya itu diam dan tak bergerak.
Kata-kata di atas memang banyak disalahartikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan beberapa kali juga muncul dan digunakan di berbagai media. Namun kini kamu sudah tahu makna kata tersebut sebenarnya. Tak ada salahnya menyebarkan informasi yang benar agar semakin banyak yang menyadari penggunaan kata yang salah tersebut. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya