Apakah kamu suka membaca puisi? Puisi menjadi indah karena ada beberapa unsur unik di dalamnya. Salah satu unsur yang membangun keindahan puisi adalah citraan atau imaji.
Citraan atau imaji adalah efek pikiran yang timbul sebagai refleksi atas objek yang dilihat, dirasakan, didengar, dicium, dan diraba oleh indera manusia. Citraan juga diartikan sebagai satuan ungkapan yang dapat menimbulkan hadirnya kesan keindrawian atau kesan mental tertentu. Nah, untuk itu, para ahli sastra menggolongkan citraan menjadi 6, yaitu:a. citraan penglihatan (mata)
b. citraan pendengaran (telinga)
c. citraan penciuman (hidung)
d. citraan pencecapan (lidah)
e. citraan perabaan (kulit)
f. citraan gerakKeenam citraan itu akan menghasilkan kesan yang luar biasa jika dikombinasikan dengan cara yang tepat. Misalnya untuk menggambarkan suasana pada suatu ruangan, kamu bisa menggunaan citraan penglihatan, pendengaran, dan penciuman. Maka pembaca akan mendapatkan gambaran penuh tentang setting yang sedang kamu angkat.Di Indonesia, sudah banyak penyair yang bisa menghasilkan karya dengan citraan luar biasa. Salah satu puisi yang citraannya tergolong menarik adalah Para Peminum, karya Sutardji Calzoum Bachri. Yuk simak puisinya di bawah ini.
Para Peminum
Karya: Sutardji Calzoum Bachridi lereng lereng
para peminum
mendaki gunung mabuk
kadang mereka terpeleset
jatuh
dan mendaki lagi
memetik bulan
di puncak
mereka oleng
tapi mereka bilang
kami takkan karam
dalam lautan bulan
mereka nyanyi nyai
jatuh
dan mendaki lagi
di puncak gunung mabuk
mereke berhasil memetik bulan
mereka menyimpan bulan
dan bulan menyimpan mereka
di puncak
semuanya diam dan tersimpanJadi, citraan apa saja yang berhasil kamu lihat dalam puisi di atas?