Kisah Inspiratif, Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Jember

Sabtu, 31 Agustus 2019 23:03 Reporter : Muhammad Permana
Kisah Inspiratif, Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Jember Erwinda Viantasari. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika ada kemauan keras, maka segala rintangan bisa teratasi. Termasuk cita-cita untuk menuntaskan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi. Prinsip itu dirasakan betul oleh Erwinda Viantasari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember. Gadis asal Banyuwangi tersebut, menjadi salah satu lulusan terbaik Universitas Jember (Unej) karena meraih predikat sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Nilai IPK nya nyaris sempurna, yakni 3,92.

"Alhamdulillah, selama kuliah, saya memperoleh bantuan Beasiswa Bidikmisi," ujar Winda, sapaan akrab Erwinda Viantasari.

Winda menjadi salah satu dari sekitar 900 wisudawan Universitas Jember yang mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (31/08/2019) di Gedung Soetardjo, kampus Unej. Senyum dan rona bahagia senantiasa mengembang dari gadis berjilbab ini. Suasana wisuda bagi Winda menjadi penuh haru, mengingat beratnya perjuangan hidup yang ia jalani. Winda berhasil lulus tepat waktu dari Unej yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia. Winda berhasil menyelesaikan kuliahnya selama 3 tahun, 9 bulan dan 5 hari.

Winda memang berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya, yakni pasangan Pairin dan Siti Atiqah sehari-hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena mereka bekerja bukan di lahan milik sendiri. "Lebih banyak bekerja kalau pas ada orang yang memang sedang membutuhkan tenaga ayah dan ibu," papar gadis asli Bangorejo, Banyuwangi ini.

Sebenarnya, kedua orang tua Winda memiliki tanah seperempat hektar milik keluarga. Namun, luas tanah seukuran tersebut, juga tak mampu menjadi sandaran utama untuk hidup.

Beruntung, Winda bisa berkuliah dengan beasiswa Bidikmisi, yang menjadi bak dewa penyelamat. Sebab, saat akan lulus SLTA, Winda sempat ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terbentur biaya. Namun dorongan dari para gurunya dan fasilitas beasiswa Bidikmisi dari pemerintah melalui Kemenristekdikti membuka masa depan yang lebih cerah baginya. "Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa Bidikmisi, mungkin saya tidak bisa seperti saat ini jika tidak mendapatkan bantuan dari Kemenristekdikti," tutur Winda dengan haru.

Walaupun sudah mendapatkan beasiswa Bidikmisi, bukan berarti perjuangan Winda berakhir. Uang bulanan sejumlah 650 ribu rupiah harus dipergunakan sebaik-baiknya agar cukup untuk hidup di Jember. "Saya hanya minta uang ke orang tua untuk keperluan yang sangat mendesak, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari maka semenjak semester tiga hingga hampir lulus kuliah, saya memberikan pelajaran tambahan bagi siswa SD hingga SMA. Lumayan sekali tatap muka bisa dapat 25 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah tergantung pada materi yang diajarkan," kata Winda.

Prestasi Winda mendapatkan apresiasi, termasuk dari Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Dalam sambutan wisudanya, dirinya menjelaskan bahwa dalam wisuda Universitas Jember periode I tahun akademik 2019/2020 ini terdapat 900 wisudawan dimana 376 lulusan adalah penerima beasiswa dari berbagai sumber.

"Pemberian beasiswa dari pemerintah maupun swasta terbukti mampu memberikan kesempatan bagi anak bangsa yang berprestasi untuk menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi. Dan tahun ini, Universitas Jember menyalurkan beasiswa Bidikmisi bagi 1.700-an mahasiswa di Kampus Tegalboto," tutur Hasan.

Mengacu pada ketentuan yang berlaku di Unej saat ini, penilaian penghargaan sebagai wisudawan terbaik diberikan dengan dibagi per fakultas, tidak lagi dijadikan menjadi satu di tingkat universitas. Hal ini antara lain karena tingkat kesulitan dan pemberian nilai di tiap fakultas atau bahkan jurusan bisa berbeda-beda. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini