Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) kembali menggelar kuis Kita Harus Belajar (Kihajar) yang memang menjadi agenda tahunan mereka. Kuis yang memasuki usia ke-11 ini berhasil mengajak ribuan siswa SD, SMP, SMA/sederajat di Indonesia untuk mengambil peran dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Dalam proses seleksi, siswa diberikan keleluasaan untuk mengakses soal-soal kuis lewat tayangan Televisi Edukasi (tve.kemdikbud.go.id) untuk kemudian menjawab dengan SMS atau lewat website Kihajar (kihajar.kemdikbud.go.id) sejak Mei hingga Oktober 2016. Pilihan lain, siswa dapat mengikuti kuis Kihajar tingkat provinsi di daerahnya masing-masing, di lokasi dan waktu yang sudah ditentukan. Di situ siswa dapat mengerjakan pertanyaan kuis lewat fasilitas komputer atau laptop.Sementara itu, untuk tingkat nasional, mereka yang mewakilkan tidak hanya wajib juara 1 dari tiap jenjang pendidikan dari 34 provinsi, akan tetapi perlu memiliki kemampuan dalam mengembangkan keterampilan sebagai pembelajar sejati. Semuanya diajak untuk mengembangkan kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, dan memecahkan berbagai permasalahan. Kepala Pustekkom, Ari Santoso menyampaikan, meskipun banyak dari peserta kuis Kihajar yang baru pertama kali pergi jauh dari rumah, maka orang tua dan pendamping tidak perlu khawatir karena siswa yang berkumpul di Jakarta adalah siswa-siswa berprestasi."Di sini semua anak-anak pandai, dan ini adalah bentuk apresiasi kepada mereka. Pembelajaran dengan TIK akan membuat belajar lebih menyenangkan, tidak gampang galau dan stres," kata Ari dalam sambutan pembukaan kuis Kihajar 2016. Kuis Kihajar 2016 menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Kalimantan Utara ikut serta hingga tingkat nasional, sehingga peserta yang hadir genap berasal dari 34 provinsi.
Nantinya, peserta yang menang berhak mendapatkan hadiah uang tunai dan laptop sebagai penunjang belajar, serta penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada acara puncak Anugerah Kihajar 2016.