Kerajaan Bima, tangguh melawan VOC di zaman penjajahan
Merdeka.com - Dulu, Bima adalah pusat pemerintahan dan merupakan kerajaan Islam yang menonjol di Nusa Tenggara. Raja Bima yang pertama kali masuk Islam adalah Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir.
Ketika Sultan Abdul Kahir masuk Islam, terjadilah hubungan Kerajaan Bima dengan Kerajaan Gowa. Kerajaan Bima juga terus menerus melakukan perjuangan melawan politik VOC hingga VOC akhirnya mau tunduk dibawah kekuasaan Kerajaan Bima. Namun, ketika VOC ingin membaharui perjanjiannya dengan Kerajaan Bima, Tureli Nggampo yang menjadi Raja Bima pada saat itu menolaknya dan kemudian merampas kapal VOC di tahun 1675.
Di tahun 1691, Raja Kerajaan Bima ditangkap lalu diasingkan di Makassar. Dalam masa pengasingannya itu, Raja Bima meninggal di dalam penjara. Tidak hanya kerajaan Bima yang menolak kehadiran VOC, tapi semua kerajaan di Lombok, Sumbawa dan Bima masih menolak dan melakukan pemberontakan terhadap pendudukan VOC di wilayahnya. Bagaimana tidak, pihak VOC selalu memaksakan kehendaknya dan mencampuri urusan-urusan kerajaan. Menangkapi dan mengasingkan raja-raja yang tidak sesuai dengan keinginannya adalah salah satu bentuk kekejaman VOC di masa itu.
Sejarah Kerajaan Bima tercatat di dalam sejarah Syair Kerajaan Bima yang dibuat di abad ke 19. Dalam catatan sejarah itu, terjadi empat peristiwa besar di Bima yaitu Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan meninggalnya Sultan Abdul Hamid, yang dilanjutkan dengan serangan bajak laut, pelantikan Raja Bicara Abdul Nabi dan juga kedatangan Sultan Ismail, Reinwardt dan H. Zollinger yang menemui Sultan serta mengunjungi Sumbawa.
Nah, itu tadi adalah beberapa catatan sejarah tentang Kerajaan Bima, salah satu kerajaan Islam di Indonesia. Tertarik? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya