Cari tahu tentang sifat zat garam, yuk!
Merdeka.com - Apa yang kamu tahu soal garam? Garam yang paling sering kamu dengar mungkin adalah natrium klorida (NaCl) atau garam dapur. Garam jenis ini digunakan untuk memasak (dalam skala rumah tangga) maupun untuk industri. NaCl ada di laut dan juga pada tubuh kita, mengalir dalam darah kita. Garam adalah zat yang unik, dan berbeda dari asam dan basa. Secara umum, sifat larutan garam adalah:
Garam terbentuk saat suatu asam bereaksi dengan basa. Asam dan basa saling menetralkan. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui bahwa suatu zat bersifat garam? Caranya nggak jauh beda dengan cara mengenali zat basa dan asam. Alat indikatornya sama, tapi dengan tanda-tanda yang beda. Indikator ini dapat berubah warna ketika ditetesi zat yang bersifat asam atau basa.
Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan, seperti kertas lakmus, indikator universal, dan pH meter atau indikator alami, seperti bunga kembang sepatu, kubis ungu, dan kulit manggis. Nah, kalau indikator ini nggak berubah warna saat bersentuhan dengan suatu zat, berarti zat itu bersifat garam.
Nah, untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa, dan garam kamu dapat menggunakan indikator. Indikator ini dapat berubah warna ketika ditetesi zat yang bersifat asam atau basa. Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan, seperti kertas lakmus, indikator universal, dan pH meter atau indikator alami, seperti bunga kembang sepatu, kubis ungu, dan kulit manggis.
Bagaimana garam dapat terbentuk? Garam terbentuk ketika suatu asam dan basa bereaksi dan saling menetralkan satu sama lain sehingga hasilnya nggak mempunyai sifat-sifat asam dan basa. Ion hidrogen (H+) dari asam dan ion hidroksida (OH-) dari basa dalam reaksinya satu sama lain akan membentuk air.
Contoh garam yang paling sering kita temukan adalah NaCl atau garam dapur. Natrium klorida (NaCl) terjadi karena reaksi antara natrium hiroksida (NaOH) dengan asam klorida (HCl). (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya