Bagaimana cara membentuk kata dalam Bahasa Indonesia?
Merdeka.com - Kata adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam Bahasa. Kalau nggak ada kata, bahasa mungkin hanya akan bisa diisyaratkan, nggak bisa disampaikan dengan mulut atau tulisan. Tahukah kamu bagaimana cara sebuah kata bisa terbentuk dalam Bahasa Indonesia? Ada beberapa cara pembentukan kata yang perlu kamu tahu, di antaranya adalah proses morfologis dan nonmorfologis. Kali ini, yuk kita belajar lebih dalam tentang kedua cara ini.
1. Pembentukan kata berdasarkan proses morfologis sebagai berikut:
a. Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan.
Contoh: ke + dingin + an = kedinginan
b. Reduplikasi atau proses pengulangan adalah proses pembentukan kata dengan mengulang satuan bahasa baik secara keseluruhan maupun sebagian.
Contoh: berjalan menjadi berjalan-jalan
c. Komposisi atau pemajemukan (perpaduan) adalah penggabungan dua kata atau lebih dalam membentuk kata.
Contoh: mata + pelajaran = mata pelajaran
2. Pembentukan kata secara nonmorfologis bisa dilakukan dengan 2 cara, di antaranya:
a. Abreviasi
Abreviasi adalah proses penanggalan satu atau beberapa bagian kata atau kombinasi kata sehingga jadilah bentuk baru. Kata lain abreviasi ialah pemendekan. Hasil proses abreviasi disebut kependekan.
Contoh: DKI (Daerah Khusus Ibukota), DI (Daerah Istimewa), KKN( Kuliah Kerja Nyata), sendratari dibentuk dari frasa seni drama dan kata tari
b. Perubahan Bentuk Kata
Proses pembentukan kata melalui perubahan bentuk kata dapat disebut proses pembentukan kata secara nonmorfologis.
Contoh: Proses perubahan dari asal kata samanantara menjadi sementara
Itulah 2 cara membentuk kata dalam Bahasa Indonesia. Coba perhatikan kata-kata dalam artikel ini. Menurutmu, ada apa saja proses pembentukan kata yang digunakan untuk membentuk kata dalam artikel ini? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya