3 Unsur penting dari catatan kaki pada karangan ilmiah, apa saja?
Merdeka.com - Tahukah kamu apa itu catatan kaki? Sebuah catatan kaki dibuat untuk melengkapi buku atau karangan ilmiah. Kali ini, yuk kita bahas tentang unsur-unsur yang ada dalam sebuah catatan kaki.
Yang pertama adalah unsur pengarang. Untuk menuliskan nama pengarang, coba perhatikan cara penulisan di bawah ini:
- Nama pengarang dicantumkan sesuai urutan biasa, pada penunjukan yang kedua dan selanjutnya cukup dipergunakan nama singkat.
- Kalau terdiri dari dua atau tiga pengarang, semuanya dicantumkan, sedangkan lebih dari 3 orang cukup nama pertama yang dicantumkan. Nama yang lain digantikan dengan singkatan dkk.
- Penunjukan kepada sebuah kumpulan sama dengan no (1) dan (2) ditambah singkatan ed. (editor) di belakang nama penyunting dan dipisahkan dengan tanda koma.
Jika tidak ada pengarang/editor, langsung dimulai dengan judul.
Yang kedua adalah judul. Semua judul harus ditulis dengan mengikuti peraturan yang sama dengan daftar pustaka. Sesudah catatan kaki pertama, penyebutan sumber yang sama digantikan dengan Ibid., Op.cit., Loc.cit.. Setelah penunjukan pertama sebuah artikel dalam majalah atau harian, maka selanjutnya cukup dipergunakan judul majalah atau harian tanpa judul artikel.
Yang ketiga adalah data publikasi. Tempat dan tahun penerbitan dicantumkan pada referensi pertama dan ditempatkan dalam tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda koma, misalnya (Jakarta, 2005). Sumber majalah harus dicantumkan nomor jilid dan nomor halaman, tanggal, bulan dan tahun. Semua keterangan dapat ditempatkan dalam kurung. Data publikasi sebuah harian terdiri dari hari, tanggal, bulan, tahun, dan nomor halaman. Penanggalan nggak ditempatkan dalam kurung.
Itulah 3 unsur catatan kaki yang perlu kamu tahu. Dengan mengetahui ketiga unsur itu, kamu bisa berlatih membuat catatan kaki dengan baik. Selamat mencoba! (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya