Advertisement
Agar tidak mendapatkan unit yang kondisinya jelek, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Membeli mobil tua memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang, terutama yang ingin bernostalgia dengan masa lalu. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak mendapatkan mobil tua dalam kondisi jelek dan menghindari penyesalan di kemudian hari karena merasa tertipu. Berikut adalah beberapa tips membeli mobil tua yang dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (4/7/2024).
Advertisement
Sebelum membeli mobil tua, pastikan Anda memiliki dana untuk perbaikan. Meskipun penjual menyatakan mobil dalam kondisi siap pakai, biasanya masih ada perbaikan kecil yang perlu dilakukan. Disarankan untuk menyisihkan dana sebesar Rp5-15 juta untuk perbaikan di masa mendatang.
Advertisement
Jangan lupa untuk melakukan test drive setelah Anda yakin dengan unit yang akan dibeli. Saat melakukan test drive, pastikan untuk mencoba semua fitur yang ada di mobil untuk memeriksa apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Selain itu, Anda juga dapat mengecek kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, dan AC mobil saat digunakan untuk berkendara.
Advertisement
Salah satu status kendaraan yang sering terjadi adalah status blokir jual. Status ini menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya telah melaporkan kepada Samsat bahwa mobil tersebut telah dijual. Alasan di balik pelaporan ini adalah untuk menghindari pajak progresif saat akan membeli mobil baru. Meskipun memiliki status blokir jual, mobil tersebut sebenarnya masih aman untuk dibeli, asalkan konsumen segera melakukan proses balik nama setelah kendaraan berada di tangan mereka.
Advertisement
Jangan lupakan untuk memeriksa bagian-bagian mobil seperti body, mesin, radiator, kaki-kaki, dan kelengkapan surat-surat kendaraan. Pastikan body mobil tidak mengalami keropos atau karat yang menempel. Periksa juga kondisi mesin dan radiator, serta kaki-kaki mobil untuk mengetahui apakah ada permasalahan yang perlu diperbaiki.