Test drive All New Rush, tak sempurna tapi layak diandalkan

Senin, 15 Januari 2018 18:52 Reporter : Syakur Usman
Test drive All New Rush, tak sempurna tapi layak diandalkan All New Toyota Rush. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Generasi kedua Toyota Rush diluncurkan pada akhir November tahun lalu. Perlu waktu tunggu sekitar 10 tahun bagi penggemar mobil mini SUV yang memiliki kembaran Daihatsu Terios ini.

Namun, waktu tunggu lumayan lama ini bisa dibilang tak percuma. Sebab harga jual All New Rush ini istimewa saat diumumkan ke publik pada 3 Januari 2018. Bayangkan, harga All New Rush tidak naik alias tetap untuk varian G, yakni Rp 239,9 juta untuk transmisi manual dan Rp 249,9 juta (transmisi otomatis). Bahkan untuk varin tertinggi, TRD Sportivo transmisi otomatis, malah turun Rp 3 juta menjadi Rp 261,3 juta. Mungkin ini baru pertama kali terjadi di Toyota Indonesia, harga jual mobil baru lebih murah dibandingkan mobil lawas.

Meski harganya tetap atau lebih murah, bukan berarti All New Rush lebih buruk dari model sebelumnya. Bahkan sejatinya All New Rush jauh lebih canggih lantaran banyak fitur advanced disematkan di mobil mini SUV ini. Sebut saja hill start assist (HSA), vehicle stability control (VSC), 7 seat belt indicators, emergency brake signal (EBS), smart start/stop engine button, enam SRS air bags, dan sebagainya. Jadi bukan produk murahan!

Untuk membuktikan All New Rush memiliki nilai lebih baik itu, pada Selasa-Rabu (9-10/1) pekan lalu, Toyota Indonesia melakukan media test drive pertama All New Rush. Total ada 24 media yang mendapat kesempatan pertama menjajal All New Rush termasuk Merdeka.com. Mengambil rute Malang-Surabaya, Jawa Timur, media test drive dimulai begitu media menjejakkan kaki di Bandara Abdurahman Saleh Malang pada Selasa pagi. Tiada pengawalan dari polisi, setiap kelompok jurnalis hanya berbekal peta tulip untuk menuju setiap pos perhentian.

Interior
Merdeka.com masuk kelompok I bersaa tiga rekan jurnalis lain. Mobil test drive kami, All New Rush Sportivo TRD transmisi otomatis warna hitan. Saya tidak mau bicara banyak soal eksteriornya, karena pasti sudah banyak diberitakan. Tapi menurut saya, All New Rush tampak mirip Honda CR-V, yang memiliki desain lampu utama menyatu dengan gril.

Di kesempatan pertama test drive ini, saya menjajal sebagai penumpang depan. Kesan pertama, dashboard All New Rush lebih bergaya dari versi sebelumnya. Ini berkat sentuhan soft touch atau bahan kulit lembut warna putih yang menempel di panel dasbor, serta arm rest di baris pertama dan kedua.

Joknya terasa tebal sehingga empuk dan nyaman untuk menahan berat badan saya yang di atas 80 kilogram. Sayangnya, jok terkesan kurang lebar sehingga kurang 'memeluk' badan. Namun, saya merasakan ruang kaki di penumpang depan sangat baik. Anda bisa selonjorkan kaki dengan cukup, tanpa mengganggu penumpang di kursi kedua. Ini berkat penambahan ruang kabin di All New Rush sebanyak 230 milimeter menjadi 4.435 milimeter.

Kesan modern juga terasa dengan tampilan AC nan digital. Dua knob besar membantu kita mengatur suhu dan embusan pendingin udara yang diinginkan. Sekarang sistem infotainment-nya. Kini memakai teknologi layar sentuh 7 inci, yang mendukung segala perangkat mobile seperti smartphone Android, iPhone, dan iPod. Plus fitur multitasking support, yakni miracast dan Weblink.

Yang menarik fitur Weblink. Dengan fitur ini, Anda bisa 'memindahkan' aplikasi Waze dan web broser di smartphone ke head-unit mobil, sehingga navigasi mengemudi menjadi lebih nyaman. Caranya, unduh aplikasi Weblink host di smartphone Anda, lalu koneksikan smartphone dengan head-unit dengan kabel data.

"Fitur Weblink ini dibuat berdasarkan riset kepada konsumen. Dengan fitur Weblink, navigasi berkendara dengan aplikasi Waze lebih menyenangkan karena tidak repot harus melihat-lihat ke smartphone. Sebab sudah tersaji di layar monitor head-unit 7 inci," ungkap Gandhi Ahimsa Putra, Poduct Knowledge PT Toyota Astra Motor.

Sekarang bicara suspensi. Menurut saya suspensinya empuk dan mampu meredam kondisi jalan berlobang. Kabin juga lebih senyap, berkat penambahan insulator di lokasi-lokasi baru. Hematnya, kabin All New Rush jauh lebih baik dan nyaman, meski kesan sempit masih kentara.

Hampir lupa, ada fitur baru nih, yakni indikator 7 seat belt alias seluruh penumpang. Fitur ini berada di atas tampilan AC. Mudahnya, jika penumpang baris kedua atau baris ketiga tidak menggunakan seat belt, maka indikator ini akan menyala merah dan berbunyi. Demi keamanan, fitur ini boleh lah diapresiasi!

Performa
Usai stop di perhentian pertama di kawasan Batu, Malang, saya berganti posisi sebagai pengemudi. Posisi jok cukup tinggi, ini sesuai dengan segmennya sebagai mobil mini sport utility vehicle (SUV). Setelah menemukan setelan duduk yang nyaman, saya pun menekan tombol smart start/stop engine sambil menekan pedal rem. Mesin pun kontan menyala. Perhentian kedua adalah Kampung Warna-wani Jodipan di kota Malang.

Karena penambahan insulator, suara mesin minim terdengar dari kabin. Tanpa berlama-lama, saya pun meluncur bersama varian tertinggi All New Rush ini. Kemudinya cukup mantap, alih-alih enteng. Sayangnya, bahan setir ini bisa lebih baik mestinya.

Mesin baru berteknologi dual VVT-i (2NR) berkapasitas 1.500 cc, sama dengan mesin Toyota Veloz, mengesankan All New Rush mirip mobil MPV ketimbang SUV. Kinerja mesin yang menyemburkan tenaga 104 PS dan torsi 13,9 kgm tidaklah istimewa. Saya merasa kurang responsif bahkan di rpm tinggi, di atas 2.500 rpm, sehingga untuk berakselerasi, Anda harus menekan pedal gas cukup dalam untuk mendapatkan 'tarikan' yang dibutuhkan. Untunglah, transmis otomatis 4-percepatannya cukup baik. Perpindahan gigi cukup lembut dan minim hentakan sehingga nyaman mengendarainya. Handling-nya juga oke, katakanlah 'nurut' dengan keinginan saya.

Menuju Kampung Warna-warni Jodipan, saya harus melewati rute tertentu. Mayoritas jalan-jalan kecil yang bila berpapasan, spion kedua mobil tak jarang 'berciuman'. Dengan kontur jalan yang menanjak, perlu ekstra hati-hati di sini. Hujan yang turun makin meningkatkan atensi tantangan ini. Di sini, fitur hill start assist (HSA) sangat efektif. Karena saat berada di tanjakan, mobil akan berhenti dua detik secara otomatis. Sangat membantu saya sekali, meringankan kaki kanan menginjak pedal rem, seperti yang saya alami kemarin, saat berpapasan dengan mobil lain di tengah tanjakan saat hujan. kamera parkir juga sangat efektif terutama membantu saya, saat harus putar balik akibat salah jalan, saat hujan deras, arena tampilan kamera di latar monitor sangat jelas dan terang.

Dengan ground clearance tinggi, saya juga yakin melibas segala medan jalan dengan All New Rush di dataran tinggi kota Malang ini. Ban baru dengan diameter lebih besar dan lebar, 17 inci, menjanjikan kestabilan sehingga makin memantapkan saya menaklukkan dataran tinggi kota Malang ini.

Bagaimana handycap limbung di Rush generasi lawas, apakah hilang di generasi anyar ini?

Saya merasa perbaikan pada sistem suspensi generasi terbaru Rush ini berhasil. Gejala limbung atau body rolling cukup signifikan hilang, seperti saat kendaraan melaju kencang di satu sudut kota Batu dan Malang ini. Fitur vehicle stability control (VSC) juga memberi poin lebih dari kestabilan mobil baru ini saat menikung.

Hari kedua, kami mendapat transmisi manual, masih varian TRD Sportivio. Kali ini, saya berkesemptan duduk sebagai penumpang baris kedua. Saat melibas jalan tol Porong, Sidoarjo, mobil terbukti stabil mengarungi jalan bebas hambatan saat kami menuju Surabaya. Bahkan saat dipacu dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam (kpj), bahkan sempat di atas 120 kpj, saya merasa mobil masih stabil dan tetap nyaman duduk di jok baris kedua. Begitu juga dengan suara ban yang masuk ke bilik kabin, masih nyaman di telinga. Suspensinya terbukti meredam kejutan meski melaju kencang di jalan bebas hambatan itu.

Kesimpulan
Jadi, kesimpulan saya, All New Rush memiliki beberapa kelebihan, tapi juga kelemahan. Saya suka fitur HSA, VSC, dan keselamatan lain yang baru disematkan di All New Rush. Desain kabinnya juga lebih modern, terutama sistem audionya yang berkesan zaman now. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan di generasi kedua Rush ini signifikan dengan hasil baik. Kecuali desain eksteriornya, terutama di bagian depan yang seolah-olah Honda CR-V versi mini. Seolah-olah Toyota kehabisan bahasa desain untuk All New Rush ini.
Namun, secara umum sebagai mobil untuk kebutuhan SUV perkotaan, All New Rush bisa diandalkan. Coba saja! [ega]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini