World premiere All New Toyota Agya di Jakarta, kemarin (13/2), menjadi kemunculan publik perdana Hiroyuki Ueda.
Ya, sejak 1 Februari lalu, Ueda-san adalah Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang baru. Menggantikan Susuma Matsuda yang menjabat sejak 2020.
Tampil necis dengan blazer abu-abu, Ueda tampil membuka selubung All New Agya saat world premiere kemarin.
"World premiere memiliki tujuan pertama menunjukkan produknya. Info detail produk termasuk harga jualnya pada kesempatan berbeda," kata Ueda-san menjawab kegundahan rekan media.
Seremoni rampung, Merdeka.com mewawancarai Hiroyuki Ueda yang menjadi presdir Toyota Vietnam sebelum menjabat orang No 1 di Toyota Indonesia. Berikut petikannya:
All New Agya dan Agya GR Sport hadir dengan segmentasi jelas sebagai model LCGC dan non-LCGC. Apakah mobil baru ini untuk bersaing dengan Honda Brio Satya dan Brio RS?
Ini kompetisi besar di segmen LCGC dan hatchback, termasuk bersaing dengan model Honda. Kami melihat segmen ini, kebutuhan kustomernya seperti apa. Jadi kami selalu melihat kustomer yang pertama.
Apakah Anda sudah berkomunikasi dengan Koji Sato, Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation (TMC) yang baru?
Saya berada di luar Jepang (Vietnam), belum ada kesempatan bertemu Sato. Tapi kalau ada kesempatan, saya ingin berkomunikasi dengan Sato-san.
(Akhir Januari lalu, Koji Sato yang menjabat Chief Branding Officer, Presiden Lexus, Presiden Gazoo Racing, dipilih sebagai Presiden dan CEO TMC yang baru per 1 April mendatang. Sato menggantikan Akio Toyoda yang mundur sebagai Presiden dan CEO TMC).
Advertisement
Tujuan utama saya di Toyota Indonesia adalah selalu bikin kustomer tersenyum, kustomer selalu merasa happy. Untuk itu, saya akan melakukan apa pun. Itu lah gol Toyota. Toyota goal is my goal.
Untuk mobil listrik berbasis baterai (BEV), Toyota tampak lebih lambat memasarkan BEV di Indonesia?
Untuk model BEV, konteksnya sama, bagaimana kami mampu menjaga kustomer happy.
Arah Toyota jelas, tidak terlalu buru-buru dan bersembunyi. Kami akan melihat seluruh kebutuhan kustomer di segmen ini. Intinya, kustomer happy, ini yang akan kami aplikasikan di segmen mobil listrik EV. Itu yang Toyota lihat, yang juga saya lihat dan cari.
Apa strategi Anda mempercepat pemasaran model BEV Toyota di Indonesia termasuk perakitannya?
Kembali lagi, Toyota selalu melihat wajah kustomernya, pengalamannya, kebutuhannya, dan sebagainya. Itu yang saya akan impelementasi di peta jalan BEV di Indonesia dengan strategi Multipath Way. (Multipath way adalah cara Toyota menyediakan pilihan teknologi kendaraan elektrifikasi secara lengkap. Mulai teknologi Hybrid EV, Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).
Untuk itu, saya akan mengerahkan segala sumber daya Toyota untuk dapat diaplikasikan di sini.
Seperti apa upaya Anda untuk mengejar merek lain yang sudah merakit model BEV di Indonesia?
Saya tidak bisa komentar soal merek lain (sambil tertawa).
Advertisement
Dibandingkan Vietnam, pasar otomotif Indonesia sangat besar, bahkan tiga kali lebih besar dibandingkan Vietnam. Itu cukup sulit bagi saya karena pasarnya sangat beragam.
Indonesia adalah negara besar, terdiri pulau-pulau, dan sangat beragam (kustomernya). Bagaimana saya dapat memuaskan semua kustomer, itu tantangan saya, tantang terbesar.
(Meski bukan pertama kali saya menjadi Presiden Toyota di negara ASEAN. Posisi Indonesia sebagai market leader di pasar otomotif ASEAN serta segala diversitasnya menjadi tantangan tersendiri. Bersama seluruh tim, kami akan terus menghadirkan Mobility for All lewat ever better cars untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia, ujar Ueda dalam rilis TAM, 8 Februari 2023).
Berdasarkan data penjualan Gaikindo 2022, Toyota menguasai pasar otomotif Indonesia dengan pangsa 32,5 persen.