Ekspor Toyota Capai 89 Persen, Industri Otomotif RI Dorong Pemulihan Ekonomi

Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik di Januari-November tahun ini mencapai 761 ribu unit, berangsur pulih sebesar 81 persen dibandingkan sebelum masa pandemi (2019). Kepercayaan konsumen global terhadap produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Ekspor Toyota Capai 89 Persen, Industri Otomotif RI Dorong Pemulihan Ekonomi
kegiatan ekspor mobil Toyota Fortuner. ©2020 Merdeka.com

Akselerasi pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia menyambut tahun baru 2022 yang akan berlangsung tidak lama lagi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, fokus APBN 2022 adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi dan secara bertahap menyehatkan kembali penerimaan negara. Kementerian Keuangan berharap kebijakan stimulus mampu meningkatkan konsumsi masyarakat khususnya terhadap produk-produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri, sebagai upaya mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional paskapandemi Covid-19.

Regulasi ini turut membantu target Bank Indonesia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 4,7-5,5 persen. Pertumbuhan ini didorong berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor kuat serta meningkatknya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik maupun ekspor ternyata berperan menjadi lokomotif ekonomi nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor.

Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik di Januari-November tahun ini mencapai 761 ribu unit, berangsur pulih sebesar 81 persen dibandingkan sebelum masa pandemi (2019). Kepercayaan konsumen global terhadap produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia.

Merujuk data ekspor Januari-November tahun ini dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai 267.000 unit atau pulih sekitar 87 persen. Sementara ekspor kendaraan utuh merek Toyota dari Indonesia di periode sama mencapai 166.000 unit dengan proyeksi pencapaian tahunan 188.000 unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih ke level 89 persen.

“Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4 persen dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tren positif ekspor T-brand tidak dapat kami capai tanpa dukungan pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional,” ujar Bob Azam, Direktur Eksternal Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Jumat (24/12).

Aktivitas ekspor Toyota Indonesia ke lebih dari 80 negara turut menjembatani pemasok lokal untuk masuk ke pasar global melalui pengembangan pemasok termasuk IKM untuk meningkatkan daya saingnya.

Untuk menutup catatan positif kinerja ekspor otomotif di pengujung 2021, Kementerian Perdagangan RI menyelenggarakan Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 yang akan diselenggarakan di Pabrik PT TMMIN Karawang I-II sebagai lokasi utama.

Kinerja Ekspor Toyota Januari-November 2021

1. Tipe SUV (Fortuner, Rush, Raize): 76.000 unit
2. Tipe MPV (Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace, Veloz): 33.000 unit
3. Tipe Sedan, Hatchback, LCGC (Vios, Yaris, Agya): 57.000 unit
4. Mesin (TR dan NR): 101.000 unit
5. Kendaraan Terurai (CKD): 47.000 block
6. Komponen Kendaraan: 79 juta pieces

Rekomendasi