26 Negara Berteknologi Canggih Siap Ramaikan Manufacturing Indonesia Series 2018

Dengan adanya Manufacturing Indonesia Series 2018, para produsen mesin bisa menampilkan kecanggihan teknologi dari dalam negeri.

Iwan Tantomi
Oleh Iwan Tantomi - Reporter
26 Negara Berteknologi Canggih Siap Ramaikan Manufacturing Indonesia Series 2018
©2018 Merdeka.com

Industri manufaktur Indonesia yang semakin berkembang, mendorong Pamerindo Indonesia untuk kembali menggelar pameran teknologi dan servis manufaktur, Manufacturing Indonesia Series.

Project Director dari penyelenggara pameran Pamerindo Indonesia mengatakan, Manufacturing Indonesia Series akan digelar selama empat hari di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada 5-8 Desember 2018. Pameran tersebut, diikuti oleh lebih dari 1600 peserta perusahaan dari 26 negara. Dalam pameran yang digelar selama empat hari ini, diharapkan dapat menarik lebih dari 34 ribu pengunjung.

"Pameran ini akan diikuti oleh negara-negara teknologi canggih, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Swedia, Inggris, Kanada, Taiwan, dan masih banyak lagi," kata Maysia dalam konferensi persnya di Hotel Century Park, Jakarta, Rabu (21/11).

Pameran ini akan memperkenalkan Industry 4.0 showcase untuk pertama kalinya. Dalam pameran ini berbagai teknologi dan produk Industri 4.0 ditampilkan dengan sembilan pilar utama termasuk manufaktur aditif, augmented reality, big data & analytics, cybersecurity, dan robot otonom.

Dengan menampilan Industri 4.0 yang berasal dari seluruh ekosistem, kesembilan pilar tersebut akan dipamerkan khusus, untuk mengungkap potensi manufaktur pintar Indonesia di masa depan.

"Kami yakin bahwa pertumbuhan yang digerakkan oleh teknologi ini bisa membuat para manufaktur Indonesia lebih bersaing melalui peningkatan produksi," jelas Maysia.

Menyoal daya saing misalnya, Ketua Umum APPI Karnadi Kuistono mengatakan bahwa saat ini perusahaan manufaktur dan kelistrikan Indonesia sudah mengikuti standarisasi internasional dan SNI, di mana produksi diadaptasi berdasarkan pesanan atau sudah tersedia.

Akan tetapi menurut dia, masih banyak investor atau pabrik yang justru menggunakan produk impor. Pada kelistrikan misalnya pada trafo yang ternyata masih impor.

"Ini yang menjadi tantangan besar bagaimana caranya agar mereka mau memsan dan menggunakan produk dalam negeri yang sebenarnya kekuatannya menjadi andalan, dan sudah teruji," jelas Karnadi.

Beberapa peserta pameran juga ikut berpartisipasi dalam pameran internasional ini, Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), Mitsubishi Electronic Indonesia, Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia (YMPI), dJaya Metal, DMG Mori, First Machinery Trade Co, Kanematsu KGK, Somagede, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya Manufacturing Indonesia Series 2018, para produsen mesin bisa menampilkan kecanggihan teknologi dari dalam negeri. Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung kebutuhan teknologi yang sesuai dengan segmentasi bisnisnya.

Rekomendasi