Nilai transaksi selama pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 tercatat Rp 3,7 triliun. Angka ini didapat dari pameran yang berlangsung selama 11 hari sejak 19 April lalu.
Torehan transaksi ini mengalami kenaikan dari transaksi tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 3,2 triliun. Angka itu berasal dari pemesanan kendaraan sebanyak 11.075 SPK, baik sepeda motor maupun mobil.
Meski demikian Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo, selaku Penyelenggara IIMS, meyakini angka penjualan jauh lebih besar. Hal ini mengingat masih sangat lemah tradisi dan kesadaran melaporkan jumlah SPK dari agen pemegang merek (APM) dari merek motor dan aksesoris/aftermarket ke pihak organizer.
Rekapitulasi SPK sebanyak 11.075 unit juga segera terkoreksi, bila sejumlah APM besar menyampaikan pencapaiannya di IIMS dalam beberapa waktu ke depan.
"Untuk meraih achievement ini, tentu tidak mudah. Selama setahun kami mempersiapkan konsep 'Your Infinite Automotive Experience' dengan sangat teliti, dan diperjuangkan lewat determinasi, daya tahan dan oleh tim yang luar biasa," ujar Hendra di Jakarta, Rabu (2/5).
Kata Hendra, pameran tahun ini memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi yang didukung penuh Bukalapak sebagai sponsor Utama, terobosan kendaraan bertenaga listrik dan kreasi anak bangsa yang membuat IIMS tahun ini meningkat ke level berbeda.
IIMS tahun ini memang istimewa, lantaran dibuka Presiden Joko Widodo. Selama 11 hari pelaksanaan, dari 19 hingga 29 April 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, tercatat lebih dari 526.431 pengunjung hilir-mudik ke IIMS. Menjadi rekor baru bagi Dyandra selama melaksanakan pameran lebih dari 20 tahun di Indonesia.
Rencananya, IIMS tahun depan akan digelar pada 25 April-5 Mei 2019, Masih di JIExpo Kemayoran.