Kapan Toyota Indonesia jual Crossover C-HR ke Indonesia?

Sepertinya masih terlalu dini untuk pasar Indonesia.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Kapan Toyota Indonesia jual Crossover C-HR ke Indonesia?
Toyota C-HR di GIIAS 2016. ©2016 Merdeka.com

Di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di ICE BSD City, Tangerang, Toyota pamerkan mobil konsep C-HR atau Crossover-High Ride. Ini mobil crossover yang dirancang dengan konsep baru desain Toyota, yakni platform Toyota New Global Architecture (TNGA). C-HR warna abu-abu metalik itu tampil menonjol di satu sudut booth Toyota.

Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), menjelaskan Toyota C-HR merupakan kendaraan ramah lingkungan dengan konsumsi bahan bakar sangat efisien. Walaupun belum resmi dipasarkan di dunia, C-HR direncanakan hadir dalam tiga line-up, yaitu mesin 1.200 cc turbo, 1.800 cc hybrid, dan 2.000 cc. Tiga varian mesin ini untuk memberikan kemudahan dalam memilih sesuai dengan karakter masing-masing konsumennya.

Mobil crossover ini mulai memasuki tahap pre-sale di negara-negara Eropa pada September mendatang. Diharapkan C-HR ini sudah bisa didistribusikan ke dealer pada akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Mobil yang harga jualnya berada antara harga Toyota Auris dan RAV4 ini diharapkan bisa terjual sekitar 100.000 unit per tahun untuk pasar Eropa.

"Kehadiran tiga produk special exbihit Toyota termasuk C-HR diharapkan mampu memberikan gambaran kepada pengunjung GIIAS 2016 mengenai konsep desain dan teknologi kendaraan yang akan digunakan dan diproduksi oleh Toyota ke depan," ujar Henry di sela-sela GIIAS, Senin (15/8) siang.

Ghandi Ahim Saputra, Product Knowledge TAM, menambahkan karena fokus ke pasar Eropa, C-HR akan diproduksi di Turki.

Kapan masuk Indonesia? Kata Ghandi, masih terlalu dini untuk pasar Indonesia, jika dibandingkan pasar Eropa yang mature dengan pilihan tiga mesin yang ditawarkan C-HR; mesin turbo, hybrid, dan non-turbo.

"Varian mesin C-HR mana yang akan masuk Indonesia tergantung kebutuhan pasar. Tapi sebelum itu perlu survei dan studi dahulu sebelum memutuskan menjual C-HR di Indonesia," pungkas Ghandi.

Rekomendasi