Bengkel Bosch yang disertai layanan diagnosis kerusakan kelistrikan mesin dengan komunikasi langsung ke ECU mobil. Bosch sudah terkenal sebagai suku cadang bagi mobil-mobil Eropa. Namun, anehnya, mereka menggeleng jika diminta untuk menangani masalah immobilizer.
Fungsi dari teknologi immobilizer sendiri adalah mencegah mesin mobil menyala tanpa keberadaan kunci kontak asli. Teknologi yang sudah umum di pasar kendaraan Eropa ini mencakup kerja perangkat chip di dalam kunci, serta komputer dalam mobil (ECU) dan sistem pada kunci kontak. ECU tidak akan memerintahkan mesin mobil untuk menyala jika chip di kunci tidak bertemu sistem di dalam rumah kunci kontak.
"Tetapi ini tidak bisa untuk immobilizer, ya, kunci. Itu enggak bisa karena itu daerah terlarang untuk aftermarket. Itu hanya bisa dilakukan di dealer," kata Yudi Astari selaku Automotive Service Solution, Sales Engineer PT Robert Bosch.
Mereka bukan tidak bisa menangani hal ini. Pasalnya, Bosch bahkan adalah produsen yang membuat ECU untuk Mercedes dan sejumlah mobil
"Kami tidak mau menyentuh immobilizer. Kalaupun mau, sebenarnya bisa, tetapi enggak mau. Banyak produsen scanner bilang bisa immo, ya monggo," ujarnya.
Keputusan ini pun bulat karena terkait menjaga kepercayaan. "Kami tidak mau karena untuk menjaga hubungan baik antara produsen dan vendor. Kami kan sebagai vendor dari part-nya mobil. Coba kalau kami bisa buka, Mercedes enggak mau lagi beli ECU dari kami," ujarnya.
Bengkel Bosch atau Bosch Car Service saat ini sudah dibuka sebanyak 17 unit. Yang terbaru adalah di SPBU Shell Pondok Indah di Jalan Sultan Iskandar Muda No 31, lalu juga di Grand Wisata, Pluit, dan BSD.
(kpl/why/lrs)Advertisement