Jambore Double Cabin 2015, mengembalikan si 'jantan' ke habitatnya

Sabtu, Minggu 21-22 Maret 2015 lalu, puluhan pengguna kendaraan ini berkumpul mengikuti Jambore Double Cabin.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Jambore Double Cabin 2015, mengembalikan si 'jantan' ke habitatnya
off road. ©Portrait of Indonesia

Deruman mesin puluhan mobil double cabin memecah keheningan malam Cikole, Lembang, Jawa Barat. Roda-roda penggerus tanah merayapi jalanan berlumpur yang terus diguyur hujan.Lampu mobil menyorot rintangan di depan. Seluruh pengemudi berkonsentrasi penuh agar tak tergelincir."Awas, di depan ada kubangan cukup tinggi," suara HT dari marshall terus terdengar memberikan arahan pada para pengemudi.

Itulah sekelumit suasana night off road dalam acara Jambore Double Cabin 2015. Karena digelar malam, sensasinya jadi lain. Lebih menantang dan terasa betul aroma petualangannya."Kita ingin memberikan pengalaman baru untuk teman-teman. Suasana berkendara di malam hari tentu berbeda dengan siang hari," kata Taufan Satria Bijaksana, Ketua Panitia Jambore D-Cab 2015 saat berbincang dengan merdeka.com.Sabtu, Minggu 21-22 Maret 2015 lalu, puluhan pengguna kendaraan ini berkumpul mengikuti Jambore Double Cabin di Cikole. Tak cuma off road, ada juga coaching clinic, camping ceria dan ramah tamah sesama anggota D-Cab. Merdeka.com dan Portrait Of Indonesia turut mengikuti acara tersebut.

Taufan menjelaskan mobil double cabin sejatinya digunakan di lingkungan yang berat. Namun faktanya, kini banyak pemilik mobil 'jantan' ini belum pernah sama sekali menjajal mobilnya di luar jalan raya. Karena itu salah satu tujuan Jambore ini bisa dikatakan mengembalikan D-Cab ke habitatnya di luar jalan raya."50 persen pemilik D-Cab belum pernah mengeksplore 4x4. Kebanyakan hanya digunakan di jalan raya saja selama ini," kata pemilik Isuzu D-Max tersebut.

Menurut Taufan komunitas D-Cab selalu terbuka untuk saling belajar. Jadi mereka yang belum pernah off road pun tak perlu minder untuk bergabung."Kita merangkul semua. Jadi kesempatan ini pun jadi ajang berkumpul. Karena itu banyak yang bawa keluarga. Peserta Jambore juga tak diwajibkan ikut night off road. Kebanyakan ikut kumpul-kumpulnya saja. Yang penting semua bisa ketemu," jelas lajang berusia 26 tahun ini.

Jambore Double Cabin sendiri sudah berlangsung sejak 2012. Pertama kali digelar di Ranca Upas, Ciwidey. Pertama kali diikuti 50 mobil. Jumlahnya terus bertambah."Tahun ini yang ikut 67 mobil. Ada yang dari Palembang, Jakarta, Tangerang, Bandung, Karawang, Yogya dan chapter-chapter lain," kata Taufan.Lalu apa enaknya ber-off road dengan double cabin?"Tenaganya besar. Kabin dan suspensinya nyaman. Tapi karena panjang jadi torsi putarnya besar. Cuma itu saja sih," bebernya.

Sementara itu Ketua Parahyangan Adventure Society Handi Ulle yang memandu acara diskusi, menyebutkan kunci melakukan off road adalah ketenangan. Tak perlu panik jika menghadapi medan berat.Untuk pemula bisa mulai dengan menjelajahi jalanan di perkebunan, lalu mencoba jalanan yang lebih ekstrim. Tujuannya agar fitur 4x4 terbiasa menghadapi medan.

Rekomendasi