Pemerintah diharapkan peduli soal sirkuit Indonesia

MotoGP Jorge Lorenzo membalap di Sentul menjadi cerminan mengenai tidak memadainya sirkuit balap di Indonesia.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
Pemerintah diharapkan peduli soal sirkuit Indonesia
Balap Motor Indonesia (foto: Nazar)

Batalnya pebalap MotoGP Jorge Lorenzo membalap di Sentul menjadi cerminan mengenai tidak memadainya sirkuit balap di Indonesia. Belum lagi, dominasi balap kelas sepeda motor bebek kini justru mulai dipegang oleh Malaysia, bukan lagi Thailand, dan Indonesia sendiri.

M Abidin, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, beberapa kali sudah memberikan gambaran bahwa Indonesia setidaknya butuh sirkuit lagi.

"Terus terang kalau di kita, fasilitasnya tidak banyak. Hanya di Sentul, itu pun masih belum cukup. Mau saya, Indonesia harus punya setidaknya 3 sirkuit yang layak," ujarnya.

Sirkuit dibutuhkan karena pebalap harus terus-menerus ditempa. Untuk itu pula, peran pemerintah diperlukan.

"Kemampuan pebalap Indonesia ditempa di sirkuit yang bagus biar hasil membalapnya nanti juga bagus. Ya mudah-mudahan Indonesia punya sirkuit yang bagus. Saya berharap pemerintah juga peduli soal ini," katanya.

Kepedulian pemerintah bukanlah hal yang tidak mungkin. Pandangan itu diperoleh dengan melihat bahwa sebenarnya pasar otomotif di Indonesia lebih besar dari negara-negara yang memiliki banyak sirkuit dengan kualitas yang baik.

"Coba, dibandingkan Malaysia dan Thailand, dunia otomotif kita lebih besar dibandingkan mereka. Jualan otomotif mereka berapa sih? Kecil, jika dibandingkan Indonesia. Jauh sekali. Masa, kita tidak punya sirkuit yang bagus dan (bertaraf) internasional."

(kpl/why/rd)
Rekomendasi