TK racing ‘brondong amunisi’ di Yamaha Dragbike Clinic

PT Tirta Kencana Internasional, sebagai pemegang merk TK Racing, semakin gencar memberondongkan amunisi promosinya di ajang sport roda dua.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
TK racing ‘brondong amunisi’ di Yamaha Dragbike Clinic
TK Racing bawa semua amunisi di Yamaha (Foto: Nazar Ray)

PT Tirta Kencana Internasional, sebagai pemegang merk TK Racing, semakin gencar memberondongkan amunisi promosinya di ajang sport roda dua. Setelah mencoba gaspol sambil meliuk-liuk di tikungan melalui ajang road race dan jumping sambil bermandikan debu pada ajang grasstrack, kali ini TK Racing mencoba gaspol di trek lurus 201 meter dengan ikut gabung di event yang bertajuk Yamaha Dragbike Clinic.

Acara ini sendiri digagas oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan akan diadakan sebanyak 14 seri di 5 kota besar di Indonesia. Seri pertama dan kedua telah berlangsung secara paralel di 2 kota, yaitu di Medan dan Cirebon.

"TK Racing memang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan olah raga yang melibatkan sepeda motor, baik itu road race, drag race, grasstrack maupun motocross. Namun kali ini kami bukan melihat dari sisi sebuah kejuaraan balap motor tapi dari segi CSR yang diadakan oleh Yamaha Indonesia," buka Andri Hariadi, Marketing Communication Manager PT Tirta Kencana Internasional sebagai holding company dari TK Racing dan Polaris 99.

"Kepedulian Yamaha Indonesia terhadap para generasi muda yang sering terlibat ajang balap liar diimplementasikan dalam sebuah kegiatan coaching clinic mengenai safety riding dan drag race," tambahnya.

Keikutsertaan TK Racing, karena sudah dikenal luas sebagai produsen pelek, rantai, gear serta jeroan mesin. "Kami ingin berbagi pengetahuan mengenai apa dan bagaimana pelek yang baik itu, seluk-beluk rantai serta berbagai macam materi mengenai gear atau sprocket," tukas Andri.

"Dengan ajang coaching clinic yang interaktif seperti ini maka pesan yang kami sampaikan akan jauh lebih mengena kepada end-user kami. Kami ingin memberikan edukasi yang benar terhadap end-user dan menetralisir berbagai macam mitos mengenai spare part maupun perawatannya yang selama ini sering kita dengar," jelas Andri lebih detail.

Seri berikutnya akan berlangsung di kota Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

(kpl/nzr/sdi)
Rekomendasi