Kondisi pasar yang semakin tak menentu membuat PT Astra Honda Motor (AHM) harus mengambil keputusan yang tepat, untuk terus atau menunda sementara pembangunan pabrik keempat yang berkapasitas 1 juta unit di Karawang, Jawa Barat.
Johannes Loman, Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM di Bandung, Jumat (30/11), mengatakan bahwa jika pasarnya drop (turun) karena regulasi syariah, maka mungkin pihaknya akan meninjau lagi pembangunan pabrik keempat. AHM tak bisa memaksakan diri untuk membangun pabrik kalau tidak ada pasar.
AHM sebelumnya mengumumkan siap membangun pabrik sepeda motor jenis skuter otomatik (skutik) yang menyerap investasi sampai Rp. 3,12 triliun, sejak awal tahun lalu. Proyek itu ditargetkan awal pembangunan Maret 2013 dan selesai akhir 2014.
Tapi, sampai sekarang mereka belum bisa mengambil keputusan apa-apa. Loman mengaku, meski menghadapi tekanan yang besar dari kebijakan kredit syariah dan penetapan upah minimum provinsi (UMP), pelaku industri tetap masih punya harapan.
"Masalahnya, seberapa besar UMP baru bisa mempengaruhi turunnya pasar, ini yang belum bisa ditentukan. Tetapi, kami masih punya harapan," lanjut Loman yang memperkirakan pasar roda dua bisa anjlok 20 persen atau turun 1,4 juta dari prediksi tahun ini 7 juta unit.
(kpl/bun)