Toyota Astra Motor dan Auto2000 mengiyakan bahwa mereka berniat memasarkan mikrobus kelas premium Hi-Ace. Informasi terakhir menunjukkan bahwa mereka mengajukan impor kendaraan 12 penumpang tersebut sebanyak 50 unit. Data di Kementerian Perindustrian ini pun merujuk pada Hiace Ventury 2.7 V transmisi matik kelas penumpang lebih dari 10 orang.
Pihak Toyota pun mengatakan bahwa produk tersebut merupakan impor dari Jepang, bukan Thailand. Namun, Ventury pada dasarnya merupakan nama Toyota Hi-Ace untuk produksi Thailand.
Mesin bensin 2.7 liter (2TR-FE) tersebut adalah salah satu dari lima pilihan mesin Hi-Ace yang dipasarkan di Negeri Matahari Terbit. Pilihan lainnya adalah dua mesin diesel 3.0 liter (1KD-FTV) bertenaga 107 hp dengan torsi 300 Nm @ 1.200-.3200 rpm, lalu 2.5 L (2KD-FTV I4) bertenaga 101 hp. Untuk mesin bensin 2.5 L (2KD-FTV I4) 101 hp, mesin 3.0 L (5L-E I4) 97 hp dan mesin bensin 2.0 liter berkode 1TR-FE dengan tenaga 133 hp dengan torsi 182 Nm.
Hi-Ace sendiri dipasarkan untuk memperluas bisnis Toyota Indonesia untuk kendaraan komersial kelas premium. Pasar agen perjalanan sendiri saat ini dikuasai Isuzu dan Kia, baik yang populer dengan rute Jakarta-Bandung, maupun lintas Jawa.
Alasan Toyota memasarkan mobil ini pun salah satunya juga karena adanya Dyna empat ban di segmen kelas kendaraan untuk agen perjalanan. Namun sayangnya mikrobus tersebut dinilai terlalu besar, termasuk ukuran mesin yang digunakan. Dengan demikian, penggunaan mesin 2.7 liter di Hi-Ace diharapkan membuka celah.
Adapun di Thailand Hi-Ace menggunakan mesin diesel berkapasitas sama dengan Fortuner Diesel HiLux, 2.5 liter turbo tanpa VNT. Tenaga yang dihasilkan 102 hp pada 3.600 rpm dan torsi 260 Nm pada 1.600-2.400 rpm.
(kpl/why/vin)