Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasca-Stop Jualan Mobil, Ini Kekuatan Chevrolet Indonesia di Layanan Purnajual

Pasca-Stop Jualan Mobil, Ini Kekuatan Chevrolet Indonesia di Layanan Purnajual All New Chevrolet Trax. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - General Motors ASEAN memutuskan menghentikan penjualan mobil baru untuk pasar Indonesia mulai akhir Maret 2020. Jadi anak usahanya, PT General Motors Indonesia, mulai akhir Maret tahun depan tidak lagi memasarkan mobil baru, melainkan hanya bisnis di layanan purnajual dan pengadaan suku cadang.

Di Indonesia, pabrikan asal Amerika Serikat ini menjual mobil dengan merek Chevrolet, khususnya segmen sport utility vehicle (SUV). Seperti Chevrolet Trax, Trailblazer, dan Colorado.

Yuniadi Haksono Hartono, Direktur Komunikasi dan Hubungan Eksternal PT General Motors Indonesia, menjelaskan Chevrolet di Indonesia memiliki 28 jaringan mitra untuk melayani kegiatan purnajual, pasca-kebijakan cabut dari pasar mobil di Tanah Air.

"Fokus kami adalah melayani para pelanggan Chevrolet. Untuk itu, GM berkomitmen untuk terus melayani para pelanggan dalam dukungan purnajual yang mencakup warranty, pengadaan suku cadang, dan perawatan/perbaikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan Chevrolet," ujar Yuniadi kepada Merdeka.com melalui surat elektronik, Selasa (29/10).

Pada kesempatan yang sama, Yuniadi juga mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan dukungan yang diberikan selama ini pada PT GM Indonesia.

Terkait pengurangan karyawan akibat stop penjualan mobil baru, kata dia, GM Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi para karyawan dalam proses peralihan ini. Namun, Yuniadi tidak bersedia menyebutkan jumlah karyawan yang terkena kebijakan pengurangan karyawan, termasuk persentase karyawan yang terkena PHK.

"Hal yang utama bagi kami adalah komitmen perusahaan untuk memberikan dukungan bagi para karyawan dalam proses peralihan ini," pungkas dia.

Hector Villarreal, President GM Asia Tenggara, dalam keterangan persnya, kemarin (28/10), menyatakan GM tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan.

“Faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing," ujarnya.

Penjualan Chevrolet Anjlok Tiga Tahun Terakhir

chevrolet captiva

2016 Merdeka.com

Mengutip data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermoytor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Chevrolet di Indonesia memang menurun sejak tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data penjualan ritel 2018, volume Chevrolet anjlok 33 persen menjadi 2.444 unit dibandingkan tahun sebelumnya yang 3.679 unit. Pangsa pasar mobil Amerika ini memang masih kecil di Indonesia, tak lebih dari 0,3 persen. Penguasa pasar mobil Indonesia adalah merek Jepang yang menguasai pasar sekitar 90 persen.

Periode Januari-September tahun ini, volume penjualannya baru 1.237 unit. Model Chevrolet Trax menjadi model terlaris dengan volume 596 unit. Sementara model Trailblazer mencapai 257 unit dan model Colorado pickup/double cabin 118 unit.

Dengan tiga bulan tersisa, tampaknya GM Indonesia sulit menembut volume penjualan lebih dari 2.000 unit. Berarti, volume penjualan Chevrolet kembali turun di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya yang 2.444 unit.

(mdk/sya)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP