Langgar Privasi, GM Diduga Menjual Data Pengguna Mobil Tanpa Izin ke Pihak Ketiga

Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengambil tindakan terhadap GM dan anak perusahaannya, OnStar, karena pelanggaran data pengguna.

Yuslianson
Oleh Yuslianson - Reporter
Langgar Privasi, GM Diduga Menjual Data Pengguna Mobil Tanpa Izin ke Pihak Ketiga
General Motors (GM) berhasil menjual kendaraan sebanyak 203.745 unit sepanjang Januari di AS. Ini adalah capaian terbaik dalam 8 tahun. (© 2025 Liputan6.com)

Komisi Perdagangan Federal (FTC) telah mengambil langkah tegas terhadap General Motors (GM) dan anak perusahaannya, OnStar, terkait pelanggaran hukum yang berkaitan dengan data pengguna. Menurut laporan dari Bleeping Computer pada Minggu (19/1/2025), GM dan OnStar diketahui telah mengumpulkan serta menjual data geolokasi yang akurat dan perilaku pengemudi dari jutaan kendaraan yang mereka produksi. Pemerintah Amerika Serikat mengusulkan agar perusahaan otomotif tersebut menyelesaikan permasalahan ini dan melarang mereka untuk membagikan data sensitif pengemudi selama lima tahun ke depan.

Selain itu, perusahaan ini juga diminta untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan data pengguna dan memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna atas informasi pribadi mereka. GM, yang memproduksi merek-merek seperti Chevrolet, Buick, GMC, dan Cadillac, telah memproduksi lebih dari 6,1 juta kendaraan setiap tahunnya di berbagai pabrik di delapan negara. Di sisi lain, OnStar, yang merupakan anak perusahaan GM, menawarkan berbagai layanan digital dalam mobil, termasuk navigasi, layanan darurat, keamanan, komunikasi, dan diagnostik jarak jauh.

Investigasi yang dilakukan oleh FTC mengungkap bahwa kedua perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran serius, termasuk tuduhan bahwa GM mengumpulkan data geolokasi secara akurat setiap tiga detik. Selain itu, mereka juga mengumpulkan informasi mengenai data mengemudi, seperti pengereman dan kecepatan, dari jutaan kendaraan tanpa mendapatkan persetujuan yang jelas dari konsumen. Tindakan ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat dalam pengelolaan data pengguna oleh perusahaan otomotif.

Data yang dikumpulkan kemudian dijual kepada pihak ketiga, termasuk agen pelaporan konsumen seperti Verisk, Lexis Nexis, dan Jacobs Engineering. Dengan menggunakan data sensitif pengguna ini, agen pelaporan konsumen dapat menetapkan tarif asuransi untuk pengemudi atau bahkan menolak cakupan asuransi. Selain itu, FTC melaporkan bahwa GM telah menyesatkan konsumen dengan cara menjadikan fitur "Smart Driving" OnStar terlihat sebagai alat penilaian mandiri terhadap kebiasaan berkendara, padahal sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme pengumpulan data. Pemerintah menilai bahwa pernyataan privasi yang disampaikan oleh GM tidak jelas dan tidak memberikan informasi yang cukup kepada konsumen mengenai pengumpulan dan penjualan data mereka kepada pihak ketiga.

Sebelumnya, GM telah melakukan penarikan kembali atau recall hampir 500.000 unit kendaraan jenis SUV dan truk pikap akibat masalah pada sistem transmisi. Model kendaraan yang terpengaruh mencakup SUV seperti Chevy Silverado dan truk pikap GMC Sierra. Perusahaan asal Amerika Serikat ini telah meminta kepada dealer untuk memperbarui perangkat lunak pada kendaraan yang terkena recall guna mencegah terjadinya penguncian roda belakang secara mendadak. Pada awal tahun 2024, GM melakukan penelitian dan pengamatan yang menunjukkan bahwa jumlah penarikan kendaraan yang diumumkan perusahaan ini lebih sedikit dibandingkan dengan para pesaingnya. Meski demikian, produsen ini menyatakan bahwa hampir setengah juta truk dan SUV dari berbagai mereknya perlu diperbaiki karena masalah transmisi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Semua model yang terlibat berasal dari jajaran kendaraan besar GM yang diproduksi antara tahun 2020 hingga 2022. Secara keseluruhan, model-model yang terdampak meliputi Chevrolet Silverado, Suburban, Tahoe, GMC Sierra, Yukon, Yukon XL, Cadillac Escalade, dan Escalade ESV.

Masalah utama pada transmisi otomatis ini berasal dari kerusakan katup yang dapat mengakibatkan roda belakang terkunci secara mendadak tanpa adanya tanda peringatan. Situasi ini jelas menimbulkan risiko bagi keselamatan pengendara, karena dapat menyebabkan mobil berhenti mendadak dan menjadi sulit untuk dikendalikan. Sampai saat ini, GM telah menerima sebanyak 1.888 laporan dari pengemudi terkait permasalahan ini. Di samping itu, meskipun roda tidak mengalami penguncian, banyak pemilik mobil yang melaporkan adanya perpindahan gigi yang kasar, yang disebabkan oleh penurunan tekanan pada katup akibat komponen yang sudah mulai aus.

Secara rinci, terdapat 461.839 unit kendaraan yang terpengaruh oleh masalah ini. Perlu dicatat bahwa kerusakan ini hanya terjadi pada model yang menggunakan mesin diesel, sedangkan kendaraan bermesin bensin dengan transmisi otomatis tidak termasuk dalam penarikan ini. Beruntungnya, perbaikan yang diperlukan tidak melibatkan penggantian seluruh sistem transmisi. Para pemilik mobil merek Chevy, GMC, atau Cadillac hanya perlu mengunjungi dealer terdekat untuk melakukan pembaruan perangkat lunak pada sistem transmisi mereka.

Rekomendasi