Jurus akrobat Wuling Motors di layanan purnajual

Rabu, 8 Agustus 2018 17:33 Reporter : Syakur Usman
Jurus akrobat Wuling Motors di layanan purnajual layanan purnajual wuling. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wuling Motors memang beda. Belajar dari pengalaman 'kegagalan' motor China dan merek mobil China yang setengah hati ekspansi ke pasar Indonesia, Wuling tampil berani.

Ya, pabrikan otomotif asal China ini tampil sepenuh hati, saat memutuskan memasarkan model Confero S dan Cortez di segmen MPV Indonesia. Semua lini dipenuhi. Mulai dari membangun pabrik di Cikarang, penjualan, diler, hingga purnajual. Prinsip bahwa industri otomotif merupakan bisnis jangka panjang dipahami betul Wuling di Indonesia.

Salah satu lini yang sejak awal diurus dengan benar adalah sisi purnajual. Mulai dari membangun pusat distribusi spare parts yang terintegrasi dengan pabrik Cikarang, membangun jaringan diler dengan masif, hingga berani memberikan garansi penuh. Seperti garansi umum 3 tahun atau setara 100.000 km. Kemudian garansi komponen utama mesin selama 5 tahun (100.000 km), garansi komponen utama transmisi 5 tahun (100.000 km), garansi suku cadang 1 tahun (20.000 km), dan bebas biaya jasa servis berkala 2,5 tahun (50.000 km).

"Simpelnya, konsumen tinggal pakai mobil dan isi bensin saja, karena adanya garansi komponen dan biaya jasa servis dari Wuling," ujar Taufik S Arief, Direktur Aftersales Wuling Motors, saat ditemui di pameran GIIAS, ICE BSD City, Tangerang, kemarin.

Kini hanya dalam tempo satu tahun di Indonesia, eksistensi Wuling di bisnis otomotif Indonesia mulai menampakkan hasil. Penjualan mobil Wuling menunjukkan hasil cukup baik. Per Juni tahun ini, penjualan mobil Wuling sudah tembus 14 ribu unit.
Inilah buah dari strategi berani Wuling di lini layanan purnajual.

layanan purnajual wuling ©2018 Merdeka.com

Lebih Murah

Demi menguatkan 'value' layanan purnajual kepada konsumennya, Wuling melakukan riset terhadap total biaya perawatan berkala dan biaya kepemilikan mobilnya di kuartal II tahun ini. Hasilnya, di dua komponen biaya tersebut, mobil Wuling lebih murah dibandingkan kompetitornya.

Contoh, total biaya kepemilikan Confero 1,5L lebih terjangkau dibandingkan kompetitornya. Misalnya dengan merek A, Confero lebih murah 14 persen; dengan merek B lebih murah 38 persen; merek C 43 persen; bahkan dengan merek D lebih murah hingga 45 persen.

Sedangkan dari sisi biaya perawatan berkala (0-100.000 km/5 tahun), Confero 1,5L juga lebih murah daripada kompetitornya. Sebut saja dengan merek A, lebih murah 18 persen, bahkan dengan merek D bisa lebih murah hingga 33 persen.

Kemudian untuk model Cortez 1,8L; komponen biaya perawatan berkala Wuling lebih murah 28 persen dari merek A. Bahkan yang tertinggi bisa lebih murah mencapai 33 persen dari merek B, misalnya. Untuk biaya kepemilikan, Wuling Cortez 1,8L juga lebih murah, mulai dari 15 persen hingga yang tertinggi 29 persen!

Taufik S Arief mengaku tidak bisa menyebutkan merek-merek kompetitor yang dirisetnya itu, karena terkait kode etik.

"Kami memang klaim lebih murah karena skala ekonomi komponen Wuling sudah dicapai. Saat ini pasokan komponen mobil Wuling sebesar 56 persen adalah komponen lokal, sedangkan sisanya impor dari kantor pusat Wuling di China. Namun, impor komponen tersebut dibeli dengan harga kompetitif, karena produksi komponen Wuling global mencapai 2,1 juta unit per tahun," ujar Taufik.

Menurutnya, Wuling komitmen untuk meningkatkan terus komponen lokal dengan mempertimbngkan perhitungan bisnis komponen. Saat ini impor kompomen mobil Wuling kebanyakan mesin dan transmisi, lantaran pusat riset dan pengembangannnya tidak ada di Indonesia.

"Lokalisasi komponen akan terus ditingkatkan sesuai dengan regulasi pemerintah sambil meihat perhitungan bisnisnya," pungkas Taufik.

Wuling juga melengkapi layanan purnajualnya dengan program Wuling Mobile Service (WMS), Wuling Emergency Road Assistance, dan Wuling Motor Insurance. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. GIIAS2018
  2. Wuling Motors
  3. Tangerang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini