Jakarta kembali menjadi tuan rumah salah satu pameran internasional paling bergengsi di bidang penanggulangan bencana — Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2025. Bertempat di Hall A1–A3 JIEXPO Kemayoran pada 13–15 Agustus, ajang ini mempertemukan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam satu misi besar yakni membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang tangguh, modern, dan saling terhubung.
Sejak pintu pameran dibuka, suasana terasa begitu hidup. Perwakilan dari 11 kementerian dan lembaga hadir, mulai dari Kemenko PMK, Kementerian ESDM, BNPB, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, hingga BPBD DKI Jakarta.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana bukan lagi sekadar urusan peralatan, tapi ekosistem yang melibatkan semua pihak.
Dari sekian banyak teknologi yang dipamerkan, salah satu yang mencuri perhatian adalah mobile charger, yaitu pengisian daya portabel yang bisa digunakan kapan dan di mana saja. Bagi banyak pengunjung, alat ini bukan hanya relevan untuk kendaraan listrik yang mulai marak, tapi juga untuk perangkat darurat seperti radio komunikasi, drone pencarian, hingga peralatan medis lapangan.
Beberapa produsen internasional memamerkan inovasi mobile charger berteknologi fast charging, tahan cuaca ekstrem, dan bahkan ada yang sudah terintegrasi dengan panel surya lipat. Bayangkan, dalam situasi evakuasi di daerah terpencil, alat ini bisa menjaga perangkat vital tetap menyala tanpa bergantung pada infrastruktur listrik.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa EDRR bukan hanya etalase produk, tetapi ruang untuk menciptakan teknologi bersama. "Kita tidak hanya ingin membeli, tapi juga berinovasi dan memproduksi bersama. Semua demi menyelamatkan nyawa," ujar Pratikno dalam sambutannya.
Sejalan dengan Pratikno, CEO Seven Event Andy Wismarsyah menekankan pentingnya teknologi yang bisa diandalkan di medan sulit. "Mobile charger adalah contoh konkret teknologi yang punya dampak langsung pada operasi penyelamatan," kata Andy.
EDRR 2025 menampilkan lebih dari 200 merek internasional dan 44 merek nasional, dengan area khusus bertema Green and Innovation Cooperation. Di sinilah mobile charger mendapat panggung utama bersama teknologi ramah lingkungan lainnya. Tidak sedikit pengunjung yang mencoba langsung mengisi daya ponsel mereka untuk membuktikan klaim kecepatan pengisian para produsen.
Selama tiga hari, pameran ini juga diwarnai forum dan workshop strategis, termasuk 'Early Warning for All' yang membahas sistem peringatan dini bencana. Semua ini dirangkai untuk menguatkan sinergi antara inovasi, kebijakan, dan kesiapsiagaan di lapangan.
EDRR Indonesia 2025 bukan hanya soal memamerkan teknologi tercanggih, tapi juga mengingatkan kita bahwa dalam situasi darurat, perangkat sekecil mobile charger pun bisa menjadi penyelamat.