Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas di Puncak Bogor Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Satuan Lalu Lintas Polres Bogor telah merancang skema rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Azkal Azkia
Oleh Azkal Azkia - Reporter
Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas di Puncak Bogor Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Ribuan kendaraan yang hendak masuk kawasan Puncak Bogor melalui gerbang Tol Ciawi terjebak kemacetan panjang pada H+2 Lebaran. (Liputan6.com/Achmad Sudarno) (@ 2023 merdeka.com)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor telah merancang skema rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di area tersebut. Skema yang diusulkan mencakup penerapan sistem satu arah (oneway) di jalur Puncak, penyekatan kendaraan bermotor, serta pengalihan arus di jalan tol.

Dikutip dari laman Korlantas Polri pada Rabu (24/12/2025), KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan kepadatan di wilayah Kota Bogor, yang merupakan jalur utama menuju kawasan Puncak.

"Kami terus mematangkan skema rekayasa lalu lintas. Rapat-rapat sektoral terus dilakukan agar arus lalu lintas di Kota Bogor selama Nataru dapat berjalan lancar," ujar Iptu Lukito.

Kota Bogor memang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang diminati saat liburan, dan Iptu Lukito menambahkan bahwa kemungkinan akan terjadi kepadatan lalu lintas menuju Puncak pada libur Nataru 2025/2026.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kota Bogor memang menjadi wilayah lintasan, sehingga kepadatan pasti terjadi saat musim liburan," katanya.

Pihak kepolisian juga akan melakukan pengaturan khusus bagi pengendara motor yang akan menuju kawasan Puncak.

Penyekatan kendaraan roda dua akan dilakukan di beberapa titik strategis, seperti Simpang Pasir Angin, Simpang Megamendung, Simpang Lokawiratama, Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, dan Gunung Mas.

Selain itu, Iptu Lukito menjelaskan bahwa pengendara motor yang menuju Puncak juga akan diarahkan ke Batutulis untuk mengurangi kemacetan di jalur utama.

Skema one way akan diimplementasikan jika jumlah kendaraan mencapai 80 persen. Penerapan skema ini akan dilakukan berdasarkan dua pengaturan, yaitu dari Jakarta menuju Puncak dan sebaliknya.

Volume kendaraan akan diukur berdasarkan data arus keluar dari Gerbang Tol Ciawi yang dikelola oleh Jasamarga, serta data traffic counting yang diperoleh dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menuju kawasan Puncak.

Penting untuk dicatat bahwa sistem one way ini bersifat situasional, yang berarti akan disesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas di lapangan tanpa adanya jadwal waktu tertentu.

Selain penerapan one way, pengalihan arus juga akan dilakukan di ruas tol Jagorawi jika terjadi peningkatan kepadatan kendaraan yang menuju kawasan Puncak.

Apabila antrean kendaraan dari Jakarta yang akan keluar di Gerbang Tol Ciawi sudah mencapai intercharge Bogor, maka kendaraan tersebut akan dialihkan ke Exit Gerbang Tol Baranangsiang.

Bagi masyarakat yang ingin menuju Cianjur atau Bandung tanpa terjebak macet di jalur Puncak, terdapat dua opsi jalur alternatif yang dapat digunakan.

Jalur pertama adalah Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cikalong-Cianjur, sedangkan jalur kedua yaitu Ciawi/Tol Bocimi-Cicurug-Cibadak-Kota Sukabumi-Cianjur.

Lonjakan volume kendaraan pada periode Nataru 2025/2026 diperkirakan akan terjadi antara tanggal 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Dengan mempersiapkan jalur alternatif dan mengikuti skema one way, diharapkan perjalanan menuju kawasan Puncak dapat lebih lancar dan terhindar dari kemacetan yang parah.

Rekomendasi