Dukung standar emisi euro-4, Gaikindo setop produksi mobil euro-2 mulai Oktober

Rabu, 23 Mei 2018 18:44 Reporter : Syakur Usman
Dukung standar emisi euro-4, Gaikindo setop produksi mobil euro-2 mulai Oktober ilustrasi knalpot mobil berasap. © caradvice.com

Merdeka.com - Pabrikan otomotif Indonesia komitmen tidak memproduksi (off mode) mobil bermesin bensin dengan standar emisi Euro-2 per 7 Oktober 2018. Komitmen ini dilakukan demi realisasi standar Euro-4 yang dimulai pada waktu sama.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup No 20/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Melalui beleid itu, penggunaan BBM tipe Euro-4 diterapkan mulai 2018 untuk mesin bensin, sedangkan untuk mesin diesel pada 2021.

Komitmen tersebut disampaikan Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjawab Merdeka.com, usai menghadiri keterangan pers GIIAS 2018 di Jakarta, kemarin.

Kata Kukuh, penghentian produksi mobil bermesin bensin standar Euro-2 merupakan komitmen Gaikindo sebagai pabrikan otomotif nasional. Setelah penghentian itu, maka pabrikan anggota Gaikindo secara otomatis hanya memproduksi kendaraan mesin bensin yang sesuai standar Euro-4.

"Dalam rapat dengan pemerintah beberapa kali, kami menyampaikan komitmen tersebut sebagai asosiasi pabrikan otomotif Indonesia. Apalagi PT Pertamina sudah berkomitmen juga siap menyediakan bahan bakar standar Euro-4," ujarnya.

Namun, lanjut dia, yang menjadi tantangan saat realisasi Euro-4 pada Oktober mendatang adalah masalah distribusi bahan bakarnya. Harus ada jaminan distribusinya merata secara nasional. Sebab, jika distribusinya tidak merata, ada dampaknya terhadap penujalan mobil di satu daerah.

"Misalnya di Menado, Sulawesi Utara, apakah tersedia babhan bakar standar Euro-4. Kalau di Menado tidak ada bensin Euro-4, penjualan mobil di sana pasti berpengaruh," tegasnya.

Demi mendukung realisasi standar emisi Euro-4 pada Oktober, Gaikindo juga akan melakukan deklarasi Indonesia memasuki standar Euro-4 saat pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) digelar pada 2 Agustus 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

"Deklarasi ini sangat penting. Ibarat giant step, Indonesia akan meninggalkan posisi sebagai tiga negara terakhir di Asia yang masih menggunakan standar Euro-2," ujar Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

Euro-4 merupakan standar gas buang untuk mesin kendaraan bermotor. Standar Euro-4 mensyaratkan kandungan timbal yang rendah, yakni di bawah 50 ppm untuk kesehatan manusia dan lingkungan. Selain soal kesehatan, standar Euro-4 diperlukan supaya tercipta efisiensi di industri otomotif Indonesia.

Karena selama masih mengadopsi Euro-2, industri Indonesia memproduksi dua produk otomotif berbeda, yakni untuk pasar domestik dan ekspor. Produk pasar domestik menggunakan standar Euro-2, sedangkan pasar ekspor standar Euro-4.

Akibatnya, pasar ekspor mobil Indonesia masih rendah, di kisaran 200 ribu unit. Padahal kapasitas produksi otomotif Indonesia mencapai 1,9 juta unit per tahun. [ara]

Topik berita Terkait:
  1. Otomotif
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini