Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berlayar bersama Kapal Pinisi Toyota di Kota Angin Mamiri

Berlayar bersama Kapal Pinisi Toyota di Kota Angin Mamiri Pinisi Toyota. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Toyota Indonesia berpartisipasi pembangunan satu kapal Pinisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Partisipasi ini bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Makassar, yang dibungkus lewat program “Pinisi bagi Negeri”. Tak heran, di kapal tradisi ini tersemat logo Toyota di lambungnya.

Di kapal tradisional orang Bugis senilai Rp 3 miliar ini, Toyota berpartisipasi lebih dari Rp 1 miliar. Ditambah kegiatan penanaman terumbu karang di Pulau Samalona, total Rp 2 miliar partisipasi Toyota Indonesia di kegiatan CSR kali ini. Peresmian Pinisi Toyota ini dilakukan di Pantai Losari, Makassar, kemarin (21/4).

Untuk operasional Pinisi, Toyota bekerja sama dengan yayasan Makassar Skalia. Bahkan pabrikan otomotif ini berkomitmen mendukung kegiatan Pinisi Toyota hingga tiga tahun mendatang.

pinisi toyota

Pinisi Toyota ©2017 Merdeka.com

Aminuddin Hammado, perwakilan Yayasan Makassar Skalia, menjelaskan Pinisi ini dibangun selama 64 minggu di dua lokasi, yakni Makassar dan Bulukumba. Pembangunan kapan dimulai sejak Maret 2015.

Di CSR perdana Toyota di kawasan Indonesia Timur ini, Pinisi Toyota akan berlayar menuju Pulau Samalona, sekitar 25 menit dari Pantai Losari, untuk mendukung kegiatan menanam 6.000 fragmen terumbu karang di sana. Selain sebagai wahana transportasi, Pinisi Toyota ini membawa banyak fasilitas dan ‘bekal’ untuk mengedukasi wisata bahari kepada para penumpangnya.

Kemarin sore (21/4), Merdeka.com dan beberapa media mendapat kesempatan eksklusif pertama berlayar di Pinisi Toyota. Kami mencoba menjajal Pinisi yang mempunyai tugas mulia, konservasi laut di sekitar Pulau Samalona, Makassar.

Kapal kayu tradisional warisan budaya Bugis ini cukup unik dengan layar besar berwarna coklat tua. Dimensinya tidak besar, tapi di bagian dek ada meja besar yang bisa digunakan untuk bersantai, sambil menikmati suasana pantai Losari dan embusan angin di kota Angin Mamiri ini. Pemandangannya keren saat senja datang.

pinisi toyota

Pinisi Toyota ©2017 Merdeka.com

Bosan di dek kapal, tersedia ruang tertutup untuk ruang kemudi kapten kapal dan para kru yang berjumlah sekitar 4 orang. Menariknya, di bagian bawah terdapat perpustakaan dan ruang video, yang digunakan sebagai sarana edukasi bahari. Menggunakan AC, kami bisa bersantai dengan nyaman dan nambah ilmu dengan membaca buku-buku kebudayaan maritim ala Sulawesi Selatan ini.

Beberapa bagian dalam kapal juga dipasang papan informasi yang menarik soal kegiatan terumbu karang dan pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang. Cukup informatif, sehingga bisa dicerna oleh kalangan pelajar yang menjadi sasarannya.

Frans Ihutan, General Manager Corporate Planning dan Legal Toyota Indonesia, menjelaskan pihaknya memang menyediakan fasilitas dan beragam konten edukasi bagi para pelajar dan masyarakat tentang budaya maritim dan pentingnya konservasi lingkungan bahari.

Pengalaman berlayar di Pinisi Toyota ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi kalangan pelajar dan umum di Makassar ini. Sambil belajar mengenainya penitngnya menjaga lingkungan luat dan terumbu karangnya.

"Pinisi Toyota ini akan berlayar dua kali setiap hari. Senin-Jumat khusus untuk pelajar, sedangkan untuk kalangan umum dan wisatawan dapat menikmati rasanya berlayar di Pinisi Toyota akhir pekan saja. Jumlah siswa per trip dibatasi sekitar 25 orang," ujar Frans, usai peresmian program Pinisi bagi Negeri di Pantai Losari, Makassar, kemarin (mdk/ega)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP