Agar tidak terjadi masalah pada transmisi CVT, pahami 7 penyebab yang mungkin terjadi.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang menyebabkan CVT bermasalah, seperti ugal-ugalan, salah memindahkan gigi, memakai oli sembarang, dan lain sebagainya.

Djoko Poerwanto
Oleh Djoko Poerwanto - Reporter
Agar tidak terjadi masalah pada transmisi CVT, pahami 7 penyebab yang mungkin terjadi.
Agar tidak terjadi masalah pada transmisi CVT, pahami 7 penyebab yang mungkin terjadi. (Merdeka.com)

Yuk, simak penjelasan mengenai apa saja penyebab transmisi CVT bermasalah!

Saat ini, banyak mobil terbaru yang sudah menggunakan transmisi CVT karena kepraktisannya yang berbeda dengan transmisi otomatis konvensional yang mengandalkan beberapa planetary gear set.

Walaupun sudah lebih canggih, transmisi CVT tetap rentan terhadap kerusakan jika pemilik mobil tidak memperhatikan perawatan kendaraannya. Selain itu, jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, usia transmisi CVT bahkan bisa lebih pendek daripada transmisi konvensional. Merawat transmisi CVT juga dapat mengurangi kerugian finansial karena biaya perbaikannya yang mahal.

Agar bisa menghindari kerusakan, tentu kamu harus mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan tersebut dan berhenti melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Transmisi CVT Bermasalah disebabkan oleh apa?
© Honda Outside Java

Inilah beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang penyebab transmisi CVT bermasalah.

Untuk menjaga kinerja komponen transmisi CVT tetap prima selama pemakaian, disarankan untuk berkendara dengan tenang dan hati-hati.

Berpengaruh terhadap transmisi CVT juga adalah ketika gigi mobil dipindahkan dengan cara yang keliru. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memindahkan gigi mobil tanpa menginjak pedal rem saat mobil sedang berjalan. Selain itu, ketidaksesuaian posisi gigi saat mobil melintas di medan yang berbeda-beda juga dapat mempercepat kerusakan transmisi CVT.

Meskipun persneling bertanda 'P' berfungsi untuk mengunci transmisi agar mobil tidak bergerak saat diparkir, memarkirkan mobil hanya dengan mengandalkan persneling 'P' tidaklah tepat. Hal ini karena metode tersebut memberikan tekanan yang berlebihan pada transmisi CVT, yang dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan rem tangan sebagai alternatif saat memarkirkan mobil. Dengan menggunakan rem tangan, tekanan pada transmisi akan lebih terkontrol sehingga transmisi CVT dapat bertahan lebih lama.

Jangan sampai pengemudi mobil ceroboh mengganti persneling ke 'P' saat mobil masih bergerak karena hal ini dapat menyebabkan pawl atau tuas patah karena poros output masih berputar. Sebagai akibatnya, transmisi CVT juga akan terpengaruh. Oleh karena itu, pastikan untuk berhenti terlebih dahulu sebelum mengganti persneling ke 'P' agar transmisi CVT tetap aman dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan.

Mengubah posisi tuas transmisi dari maju ke mundur atau sebaliknya saat mobil bergerak juga dapat menyebabkan kerusakan pada transmisi CVT.

Untuk menjaga agar kinerjanya selalu maksimal setiap digunakan, transmisi CVT perlu dilumasi dengan oli yang khusus untuk CVT. Menggunakan oli pelumas sembarangan dapat menyebabkan berbagai permasalahan pada transmisi CVT. Jika terjadi kerusakan, pembakaran bahan bakar tidak akan efisien dan mobil dapat terhentak saat digunakan. Oleh karena itu, gunakan oli yang khusus untuk melumasi transmisi CVT agar menghindari masalah semacam ini.

Jangan jarang pengemudi hanya memosisikan persneling 'P' saat melakukan stop and go di tanjakan. Jika cara yang salah itu terus dilakukan, transmisi CVT akan overheat dan tidak akan awet. Lebih baik tekan tuas rem dan parking brake setiap kali melakukan stop and go di tanjakan. Nah, itulah beberapa penyebab yang dapat menyebabkan masalah pada transmisi CVT. Sekarang kamu sudah tahu, segera hentikan kebiasaan buruk tersebut agar performa transmisi CVT tetap optimal. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Rekomendasi