Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sirkuit panjang Rio Haryanto jadi pebalap Indonesia pertama di F1

Sirkuit panjang Rio Haryanto jadi pebalap Indonesia pertama di F1 Rio Haryanto. ©2016 REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Ballroom kantor pusat PT Pertamina menjadi saksi sejarah dunia olahraga nasional. Terutama saat pebalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto keluar dari balik panggung. Suasana ruangan dipenuhi gemuruh tepuk tangan saat Rio diumumkan secara resmi menjadi pebalap pertama Indonesia yang akan berlaga di ajang Formula 1 (F1) musim 2016.

Pria 23 tahun ini masih tidak menyangka akhirnya bakal unjuk kebolehan di ajang F1. Menjadi pebalap F1 memang sudah jadi cita-cita Rio sejak kecil. "Saya masih enggak percaya, masih seperti mimpi buat saya. Padahal ini kenyataan," kata Rio kepada awak media, kemarin sore.

"2016 adalah kesempatan saya untuk menghargai kepercayaan itu dan mewakili Asia di F1," ucap Rio.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bangga dengan prestasi Rio Haryanto. Perjuangan keras Rio untuk bisa sejajar pebalap top dunia akhirnya terwujud berkat doa, tahajud, dan ayat kursi. Tiga hal ini yang mengantarkan Rio Haryanto maju ke F1.

Rio membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa sejajar dengan pebalap negara lain yang telah memiliki prestasi lebih dulu. Dia mengajak semua pihak memberikan dukungan penuh pada Rio.

"Jangan biarkan Rio berjalan sendiri. Kita kawal Rio bersama-sama. Rio tidak membawa namanya sendiri, tapi juga membawa nama bangsa Indonesia," ungkapnya

Merdeka.com merangkum perjalanan panjang Rio Haryanto hingga menjadi pebalap Asia pertama di F1. Berikut paparannya.

Mulai karir usia 15 tahun

usia 15 tahun rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Rio memulai karir balap profesionalnya pada tahun 2008, yakni saat ia masih berusia 15 tahun. Dalam tahun yang sama, ia mengikuti tiga kejuaraan Asia, yakni Asian Formula Renault Challenge, Formula Asia 2.0 dan Formula BMW Pacific. Setelah menduduki peringkat ketiga di FAsia 2.0, Rio pun sukses menyabet gelar juara Formula BMW Pacific 2009.

Langkahnya di ajang balapan profesional mulai nampak ketika memasuki GP3 Series setahun kemudian. Dia beberapa kali naik podium dan dikenal sebagai raja lintasan basah. Kerja kerasnya dalam dua musim GP3 Series tak sia-sia. Dia mencatat tiga kemenangan, dua diantaranya dicatat ketika hujan. Rio seolah mematahkan keluhan pebalap lain soal cuaca yang kerap menyulitkan mereka. Dia juga berhasil membukukan kemenangan di Valencia pada musim pertamanya di kejuaraan AutoGP.

Sejak 2012, Rio mulai berkompetisi penuh di ajang GP2 Series dan menorehkan sejarah di sirkuit-sirkuit legendaris yang juga merupakan tuan rumah balap F1. Di atas trek basah yang sulit, Rio sukses mencetak pole position dan lap tercepat. Seperti di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia. Dia juga berhasil naik podium di sirkuit Silverstone, Inggris dan jalan raya Monte Carlo, Monako. Dia mencatatkan kemenangan di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

Sukses di GP2, Rio mulai mencoba mobil untuk F1. Dia memenuhi salah satu syarat pengajuan superlicence - izin untuk melibas sirkuit di ajang balapan F1. Tapi untuk lolos ke F1 bukan perkara mudah. Selain prestasi di dunia balapan harus bagus, tim Rio harus menyediakan dana hingga ratusan miliar. Oleh sebab itu, tim Rio sekarang fokus mencari sponsor.

Bersaing dengan 6 pebalap demi Manor Racing

6 pebalap demi manor racing rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pada Juli 2015, Rio sempat menyatakan bahwa ada tiga tim yang mendekati dirinya untuk turun di F1 2016. Satu bulan kemudian, terkuak bahwa salah satunya adalah Manor, yakni tim yang sudah terasosiasi dengan dirinya sejak turun di GP3 Series.

Dengan usianya yang sudah mencapai 23 tahun, maka Rio bisa dikatakan ideal untuk masuk ke F1, apalagi ia telah mendapatkan Super License sejak berusia 17 tahun. Manor pun bersedia memberi salah satu mobil balapnya untuk Rio, asal ia bisa membawa dana balap sejumlah 15 juta euro (Rp 228 miliar).

Rio merasa bersyukur telah mendapatkan tawaran kontrak dari Tim Manor Marussia asal Inggris buat berlaga di musim 2016. Hasil tes dia jalani di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Selasa (1/12) lalu, memuaskan tim Manor, sehingga dia ditawari kontrak.

"Sebenarnya ada 6 pebalap yang bersaing untuk memperebutkan kursi pebalap di tim Manor ini. Mudah-mudahan dalam seminggu dua minggu ke depan, saya bisa mendapatkan dana untuk menutup kekurangan yang ada. Saya berharap pemerintah untuk turun tangan," ujar Rio.

Rio mengaku menerima kabar baik dari pihak Manor tersebut melalui manajemen pada Senin (7/12) lalu. "Saya mendapat satu kursi di tim Manor begitu kontrak ditandatangani," lanjut Rio.

Rio melanjutkan, saat unjuk gigi di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, dia diuji dengan mobil Manor MR03B dengan ban Pirelli. Dalam kesempatan itu, Rio mengitari sirkuit selama 1 menit 49,593 detik.

Berburu dana hingga ke istana

hingga ke istana rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jika ingin berkompetisi di F1, dia membutuhkan dana 15-20 juta euro atau sekitar Rp 225 miliar hingga Rp 300 miliar. Tim Manor Racing menginginkan Rio membawa dana sebesar itu untuk bisa mengisi satu kursi kosong yang tersedia.Menurutnya, kebutuhan dana itu buat deposit kontrak dengan Tim Manor.

Karena itu, Rio sangat mengharapkan dukungan banyak pihak. "Kami tetap berharap juga kepada pihak yang lain untuk mewujudkan Indonesia masuk ke F1 dan ini akan jadi sejarah tidak hanya buat saya, tapi juga Indonesia. Jadi sangat positif," ucap Rio.

Rio berjuang dan berkeliling menemui tokoh-tokoh dan pejabat ternama buat mendapatkan jaminan mendapatkan sokongan duit. Rio mendatangi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok hingga bertemu Presiden Jokowi untuk meminta dukungan pendanaan.

"Sempet ke bapak Joko Widodo juga, ke Pak Presiden, setelah dari situ meetingnya berlangsung bahwa mudah-mudahan BUMN bisa ikut mendukung, dan untuk saat ini masih belum ada konfirmasi," kata Rio.

Indah Pennywati, ibunda pebalap Rio Haryanto mengaku terus berjuang agar anaknya bisa menjadi wakil Indonesia di kancah balap Formula 1. Dari uang muka 5,5 juta euro yang harus dibayarkan ke tim Manor Racing, manajemen Rio hingga kini baru mengumpulkan 3 juta euro. Dia bersama tim manajemen masih harus mencari 2,5 juta euro untuk memastikan Rio ikut dalam ajang F1.

Indah mengaku telah menghubungi pihak Pertamina yang selama ini menjadi sponsor utama Rio. Pihak Pertamina sudah menyanggupi akan mengucurkan dana sebanyak 5 juta euro. Namun saat ini masih dalam tahap proses. Kemenpora dan KONI akhirnya sepakat untuk melunasi kekurangan dana sekitar 9,8 juta Euro atau sekitar Rp 147,3 miliar.

Resmi jadi pebalap F1

pebalap f1 rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Langkah Rio Haryanto beraksi di sirkuit Formula 1 terwujud. Mimpi pebalap asal Solo dan mayoritas masyarakat Indonesia berhasil jadi menjadi kenyataan setelah tim Manor Racing resmi mengontraknya pada Kamis (18/2). Rio sendiri bakal menjadi pebalap tim Manor selama satu musim penuh balap Formula 1 2016.

"Kami senang mengumumkan Rio sebagai pebalap kedua kami untuk (musim balap) 2016. Rio telah membalap di ajang go kart sejak usia enam tahun. Dia ulet dan berhasil tampil mengesankan di ajang GP2 musim lalu." ungkap Stephen Fitzpatrick, pemilik tim Manor Racing, seperti dilansir Motorsport (18/2)

PT Pertamina bakal menjadi sponsor resmi Rio yang rencananya bakal berlaga selama satu musim penuh di F1. "Secara resmi Rio sebagai official driver Formula One Manor Racing. Rio akan balapan setahun penuh," kata VPC PT Pertamina Wianda Pusponegoro, Kamis (18/2).

Rencananya, Jumat (18/2) besok Rio Haryanto akan terbang ke Barcelona untuk menjalani latihan pramusim. Meski tertinggal 2 pekan dengan teman satu timnya, Rio tetap optimis untuk mengibarkan bendera merah putih di podium nanti.

Pria 23 tahun ini masih tidak menyangka akhirnya dia menjadi orang Indonesia pertama yang masuk dalam ajang Formula 1. "Saya masih enggak percaya, masih seperti mimpi buat saya. Padahal ini kenyataan," kata Rio kepada awak media Kamis (18/2).

Rio bakal memulai GP pertamanya di Formula 1 pada Maret mendatang di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. "Melbourne akan menjadi momen besar bagi saya, negara saya, pendukung serta para fans. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah bersama saya sejak saya mulai balap di awal karir. 2016 adalah kesempatan saya untuk menghargai kepercayaan itu dan mewakili Asia di F1." tambah Rio.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP