Dua pekan setelah MotoGP Valencia, Spanyol, Marc Marquez dikabarkan masih banjir hinaan dan ancaman dari beberapa pihak. Menurut El Pais, pebalap Repsol Honda itu terus mendapatkan serangan-serangan baik dari media sosial maupun ponselnya.
Baru-baru ini, Marquez bahkan dikabarkan mendapatkan ancaman dari penelepon misterius. Saking parahnya, pengacara Marquez memintanya mengganti nomor ponsel, namun pebalap berusia 22 tahun tersebut menolak dan mengaku tak takut pada teror-teror macam ini.
Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo pun mengecam tindakan-tindakan tak bertanggung jawab ini. "Komentar-komentar yang ditujukan kepada Marc sungguh memalukan. Inilah yang terjadi di era modern. Sekarang jadi mudah bicara soal keburukan seseorang tanpa menunjukkan wajah," ujar Suppo kepada Crash.net.
Tak hanya itu, Marquez juga dikabarkan harus mendapat pengawalan ke manapun ia pergi, termasuk saat menghadiri pameran motor bergengsi EICMA di Milan, Italia pada hari Senin (16/11). Dalam gelaran tersebut, Marquez harus mendapatkan double security demi mengantisipasi ancaman-ancaman lain.
(kpl/kny)