Rio Haryanto incar podium di GP2 Monza, Italia

Rio sendiri saat ini masih dalam perburuan gelar juara dunia GP2 musim balap 2015.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Rio Haryanto incar podium di GP2 Monza, Italia
Rio Haryanto. Rioharyanto.com

Pebalap nasional Rio Haryanto mengincar podium (juara) saat tampil pada seri ke delapan gelaran balap GP2 di Sirkuit Monza, Italia yang bakal diselenggarakan pada 4-6 September 2015.

Demi memenuhi target berlomba pada Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) 2016, Rio kembali bertekad memberikan hasil yang maksimal di empat seri tersisa termasuk Monza, Italia, akhir pekan ini.

Pada seri sebelumnya di Belgia, Rio yang didukung oleh Pertamina mampu memaksimalkan potensi mobil tim Campos Racing meski berada dalam situasi yang sulit.

Pada race pertama atau 'feature race', Rio hampir merebut posisi terdepan dari urutan start ke-11. Namun, kendala teknis membuat dirinya harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata.

Kemudian pada race kedua atau 'sprint race', pebalap asal Solo, Jateng tersebut kembali menunjukkan kecepatannya dengan manuver-manuver brilian. Sayang, kerusakan pada bagian diffuser mobil akhirnya menghambat laju Rio.

Di sepanjang tujuh seri GP2 Series yang telah digelar, Rio selalu menampilkan potensi terbaiknya hingga menarik perhatian sejumlah tim F1.

Rio sendiri saat ini berada di urutan ketiga klasemen GP2 dengan sukses mengoleksi 109 poin dan masih berpeluang meraih gelar juara umum GP2 Series 2015. . Sedangkan, peringkat pertama masih ditempati pebalap tim ART Grand Prix Stoffel Vandoorne dengan nilai 233 dan kedua adalah Alexander Rossi (Racing Engineering) dengan nilai 128.

Sementara itu secara tim Rio Haryanto bersama Arthur Pic menempati posisi ke tiga dengan total nilai 148 dengan peringkat pertama ditempati ART Grand Prix dengan nilai 281 dan kedua adalah Racing Engineering dengan nilai 170.

Usai balapan di Monza, Italia, lomba balap GP2 Series 2015 masih menyisakan tiga seri yaitu seri kesembilan dimainkan di Sochi, Rusia, seri kesepuluh di Sakhir, Bahrain, 19-21 November, sedangkan terakhir atau ke-11 dimainkan di Yas Marine, Uni Emirat Arab, 27-29 November.

Rio Haryanto mengatakan setiap trek memiliki tantangan masing-masing. Monza memerlukan setelan mobil low downforce dan low drag demi mencapai kecepatan puncak dan mencatat lap time terbaik.

"Adrenalin akan sangat terpacu ketika melaju kencang di trek lurus dan kemudian harus siap mengerem dengan keras tanpa mengunci roda atau kehilangan keseimbangan mobil. Melihat performa sebelumnya ketika bertanding tanpa kendala teknis, saya yakin peluang naik podium selalu terbuka lebar tahun ini. Semoga saya dapat kembali mengumandangkan 'Indonesia Raya' di Italia," kata Rio Haryanto dalam press release (3/9).

Race pertama GP2 Monza akan dimulai Sabtu (5/9) dengan menempuh jarak 173,481 kilometer atau 30 kali putaran dan race kedua bakal dimainkan pada Minggu (6/9) dengan menempuh jarak 121,344 kilometer atau 21 kali putaran.

Rekomendasi