Pebalap Forward Racing, Stefan Bradl mengaku syok saat mendapat kabar resmi timnya memutuskan absen di MotoGP Indianapolis, Amerika Serikat pada 7-9 Agustus mendatang. Hal ini menyusul ditahannya sang pimpinan tim, Giovanni Cuzari oleh pihak kepolisian atas tuduhan penggelapan pajak dan pencucian uang.
Akibat kasus ini, sebagian besar sponsor Forward memutuskan kontrak hingga tim MotoGP dan Moto2 mereka tak punya cukup biaya untuk turun lintasan di Indianapolis. Kini tim asal Italia ini tengah fokus mencari dana agar dapat kembali tampil di MotoGP Ceko pada 14-16 Agustus nanti.
"Saya tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Saat ini saya tak bisa bicara banyak. Saya tak pernah mengalami situasi seperti ini. Jujur saja, saya cukup syok. Semoga ada solusi, tapi peluang masalah ini selesai sangatlah rendah," ujar juara dunia Moto2 2011 ini kepada Motorsport Total.
Bradl pun belum punya rencana soal masa depannya. Kontraknya dengan Forward akan habis akhir tahun ini meski punya opsi untuk lanjut tahun depan. Bradl membantah tengah melakukan negosiasi dengan tim lain, walaupun Octo Pramac Ducati telah menyatakan ketertarikan.
"Saat ini saya tak melakukan negosiasi dengan siapapun, karena semua orang tengah liburan musim panas. Selain itu, sangat sulit mencari tim baru. Tapi saya tak menutup kemungkinan akan lanjut dengan Forward. Seluruh anggota tim kami optimis soal Brno, tapi saya tak tahu apa rencana selanjutnya," tutup Bradl.
(mt/kny)