Hamilton sikat habis gelaran Formula 1 GP China 2015

Hamilton berhasil menjadi yang tercepat dari sesi latihan bebas hingga balap di hari Minggu.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Hamilton sikat habis gelaran Formula 1 GP China 2015
Formula 1 GP China 2015. Crash.net

Ajang balap Formula 1 menginjak seri ketiga yang diselenggarakan di China tepatnya di Shanghai International Circuit.

Dalam balap yang diselenggarakan Minggu siang (12/4), Lewis Hamilton sukses menjadi pemenang setelah di seri sebelumnya harus mengakui keunggulan Sebastian Vettel.

Berikut beberapa fakta menarik dan keseruan yang terjadi di seri balap Formula 1 GP Malaysia 2015.

Menjadi pembalap paling sering menjuarai seri balap di musim 2014, Hamilton kembali menunjukkan kedigdayaannya di balik kemudi jet darat Mercedes. Tak hanya menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis, namun pembalap sukses menorehkan full-house dengan menguasai semua sesi di GP China mulai menjadi pembalap tercepat di sesi latihan bebas, menempati pole position, hingga menjadi pemenang di balap hari Minggu.

Kemenangan ini membuat Hamilton makin memantapkan posisi di pucuk klasemen pembalap sementara dan menjadi pembalap paling sukses di seri awal Formula 1 sebelum gelaran jet darat kembali ke tanah Eropa.

Kemenangan Lewis Hamilton juga diikuti dengan keberhasilan Nico Rosberg mengamankan podium kedua di GP Shanghai.

Tanda-tanda dominasi Mercedes memang sudah terlihat dari sesi latihan bebas, hingga sesi kualifikasi di mana Hamilton dan Rosberg beraksi bagai pembalap dari planet lain.

Di sesi balap pun, duo Mercedes tak tersentuh meski duo Ferrari, Vettel dan Raikkonen mencoba untuk tampil agresif di awal balap. Usaha terbaik dari Vettel hanya bisa mendekati Rosberg di posisi kedua setelah melakukan pit stop pertama.

Tak dipungkiri jika performa Mercedes di GP China kemarin menunjukkan jika Mercedes masih sangat sulit untuk disaingi oleh tim lain setidaknya hingga pertengahan musim balap Formula 1 2015.

Meski gagal menyaingi performa Mercedes, namun perkembangan Ferrari di musim ini membuat para penggemar Kuda Jingkrak berharap jika Vettel dan Raikkonen setidaknya bisa menjadi penantang gelar juara dunia, setidaknya untuk pembalap.

Selain bisa menyediakan paket mobil yang lebih baik dibanding musim lalu, konsistensi Ferrari baik di kualifikasi maupun balap sudah terbukti bisa mengkhawatirkan pihak Mercedes. Bahkan di seri sebelumnya di GP Malaysia, Vettel berhasil menjadi juara.

Bahkan Ferrari yang musim lalu harus berada di bawah Williams, kini disebut sebagai tim paling dekat dengan Mercedes di musim ini.

Di GP China kemarin memang tak menyajikan pertarungan sengit di sisi depan. Namun beda cerita dengan yang terjadi di papan tengah, aksi saling overtake tersaji seru antar banyak pembalap.

Salah satu aksi overtake panas yang terjadi antara Daniel Ricciardo dan Marcus Ericsson untuk memperebutkan posisi ke-8, meski akhirnya Ricciardo harus puas finish di posisi sembilan.

Kejadian menarik terjadi di tiga lap akhir, pembalap muda sekaligus rookie tahun ini, Max Verstappen yang menjalani balap dengan bagus hingga membuatnya berada di posisi 8 harus mengakhiri balap di tiga lap akhir karena masalah pada gearbox-nya.

Harus berhenti di pinggir lintasan lurus, safety car akhirnya keluar lintasan kala balap hannya menyisakan dua setengah lap lagi. 16 pembalap yang tersisa di lintasan pun melintasi garis finis dengan dikawal safety car bak sebuah parade.

Rekomendasi