Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantapkan persiapan sebelum lompat dari ketinggian 3000 meter

Mantapkan persiapan sebelum lompat dari ketinggian 3000 meter Mantapkan persiapan sebelum lompat dari ketinggian 3000 meter ©shutterstock

Merdeka.com - Jika ada istilah, hobi orang di masa kini sungguhan berbeda dengan hobi orang di masa lalu, sepertinya memang benar apa adanya. Peradaban yang semakin maju mendorong terbentuknya beragam kemudahan, seperti peralatan penunjang hobi.

Katakanlah dulu melayang di udara menjadi perkara mustahil yang bisa dilakukan manusia. Namun, seiring dengan munculnya pesawat terbang, siapapun kini bisa merasakan bagaimana rasanya terbang. Bahkan yang terbaru, manusia bisa melayang di udara.

Aksi yang terdengar agak gila tersebut dapat dinikmati dengan skydive. Hadirnya beragam peralatan penunjang keselamatan untuk olahraga ini membuat siapapun bisa menjajal aksi melompat dari ketinggian sekitar 8000 kaki (2438 meter) ini. Namun, sebelum benar-benar melakukannya, ada hal-hal yang perlu dimantapkan persiapannya.

Jump Master

Biasanya disebut sebagai tandem, merupakan partner wajib yang harus menyertai skydiver pemula. Guna memantapkan keselamatan diri, pastikan memilih jump master berlisensi resmi dan benar-benar berpengalaman. Minimal jam terbang yang harus dipenuhi skydiver yang ingin menjadi jump master adalah 500 kali skydiving. Itupun dengan catatan bebas kecelakaan atau kesalahan prosedur skydive yang fatal.

Gear

Seperti halnya olahraga ekstrem lainnya, peralatan keselamatan atau gear yang digunakan untuk skydive juga perlu dipastikan optimal secara berulang sebelum benar-benar melompat dari langit. Mulai dari ikatan helm yang kuat, kacamata skydive yang tidak pecah, retak atau yang dapat membahayakan mata; termasuk ikatan tali sepatu.

Dan, yang paling penting untuk dipastikan adalah pengikat tubuh yang tersambung dengan jump master. Pengikat ini ada empat bagian, yaitu dua pada bahu dan dua lagi pada pinggul. Jump master akan mengikatkan gear ini sesaat sebelum melompat dari pesawat.

Parasut

Ketika terbang tandem, parasut hanya akan dikenakan instrukstur skydive atau jump master. Karena membawa dua orang sekaligus, ukuran parasut lebih besar daripada yang dikenakan untuk skydiver solo. Parasut utama akan dibuka pada ketinggian 5500 kaki (1676 meter). Sementara parasut darurat yang dilengkapi automatic activation device (AAD) akan terbuka otomatis pada ketinggian 2000 kaki (610 meter), dengan catatan parasut darurat ini belum digunakan secara manual.

Tidak Panik

Jika semua persiapan dianggap sudah matang, ikuti arahan instruktur mulai dari landasan pacu hingga pesawat mengudara. Pesawat berukuran kecil biasanya akan menyilakan skydiver lompat dari ketinggian 8000 kaki. Namun, pesawat yang lebih besar dan membawa skydiver lebih banyak biasanya baru membukakan pintu pada ketinggian 10000 kaki (3048 meter) atau lebih. Hindari panik, percayakan sepenuhnya pada instruktur dan nikmati senyaman mungkin.

Jika semua persiapan tersebut bisa dimantapkan secara pasti, siapapun sudah bisa menyebut dirinya skydiver, karena telah berhasil melompat dari langit dan mendarat dengan selamat. Soal paparan sinar matahari saat melayang di udara, tak perlu khawatir. Bagaimanapun wajah #beranirusak akibat paparan sinar matahari saat skydive patut diacungi jempol. Urusan mengembalikan kulit wajah, serahkan pada Vaseline Men Facial foam yang dapat membantu memperbaiki kulit rusak akibat paparan sinar matahari, debu dan juga polusi. (mdk/tmi)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP