Strategi menjegal Basuki

Rabu, 20 Januari 2016 06:02 Reporter : Fikri Faqih, Mohammad Yudha Prasetya
Strategi menjegal Basuki Aksi demo Ahok. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Diam-diam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyiapkan strategi. Partai berlambangkan banteng itu saat ini sedang memilih kadernya buat diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta bakal berlangsung 2017. Bukan tanpa alasan, persiapan itu buat menandingi Basuki Tjahaja Purnama yang belakangan santer bakal maju lewat jalur independent.

Sumber internal merdeka.com juga orang berpengaruh di PDIP mengatakan calon kuat buat menandingi Ahok, sapaan Basuki harus kader yang memikat. Dua nama disebut oleh sumber itu. Dia adalah Tri Rismaharini, Walikota Surabaya dan Ganjar Pranowo,yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah. Dua nama itu paling kuat buat mengalahkan Ahok di Pilkada DKI nanti.

"Sementara ya dua itu," ujar sumber merdeka.com saat berbincang, beberapa waktu lalu. Pemilihan Risma dan Ganjar dilandasi karena keduanya juga memiliki popularitas tinggi. Selain itu, kedua nama itu juga diyakini memiliki kapasitas buat memimpin DKI Jakarta.

Risma begitu Tri Rismaharini dikenal sebagai sosok tegas ketika menjabat sebagai Walikota Surabaya. Paling tersohor dari kebijakannya baru-baru ini ialah penutupan lokalisasi Gang Dolly. Sejak saat itu, namanya makin tersohor di Surabaya. Wajar jika Risma juga tidak bergeser dari posisinya dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak berlangsung tahun lalu.

Sementara alasan kuat di internal PDIP menyebut nama Ganjar Pranowo, karena lelaki kelahiran Kutoarjo, Jawa Tengah itu secara popularitas diyakini tidak kalah dengan Ahok. Selain itu, wilayah Jawa Tengah yang notabene lebih luas dari Jakarta menjadi alasan buat menunjuk Ganjar maju dalam Pilkada DKI nanti.

"Mereka memilih berdasarkan rekam jejak, prestasi dan popularitas juga," tutur sumber itu. Namun usulan nama Risma dan Ganjar belum menjadi keputusan final partai, karena keduanya tokoh penting buat meraup suara PDI Perjuangan pada Pemilahan Umum 2019 nanti.

Ketua badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono membenarkan soal rencana Risma dan Ganjar bakal diboyong ke Jakarta buat bertarung dengan Ahok. Tujuannya ialah kursi Gubernur kembali dimenangkan oleh PDI Perjuangan. Menurut Gembong, jika Risma dan Ganjar bersedia cukup dengan memberi pernyataan.

"Sekarang sudah ada nama Risma dan lain-lain itu nanti kita formal kan dengan pendaftaran DPD," ujar Gembong. Namun semua itu masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan.

Risma saat dikonfirmasi mengenai namanya muncul bakal dicalonkan buat maju dalam Pilgub DKI nanti justru sama sekali tidak berminat. Menurut dia, saat ini warga Surabaya masih membutuhkannya. Dia bakal maju jika nanti semua warga Surabaya benar-benar sejahtera.

Meski demikian, Risma tidak bisa memastikan dirinya akan menolak jika pencalonan itu atas perintah Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. "Ya nanti kita lihat, tetapi yang jelas warga Surabaya masih membutuhkan saya," ujar Risma.

Sementara Gubernur Ganjar justru bertanya soal namanya disebut bakal dicalonkan untuk maju dalam Pilgub DKI melawan Basuki. Ganjar hanya menjawab singkat rencana pencalonannya. "Apa iya, " katanya melalui pesan singkat. [arb]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini