VIDEO: Hikayat Pulau Penyengat, Negeri Para Penyair Melayu

Di masa lampau, pulau ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Jejak peninggalan peradaban Melayu dan Islam tersebar di setiap sudut.

Muhammad Zul Atsari
Oleh Muhammad Zul Atsari - Reporter
VIDEO: Hikayat Pulau Penyengat, Negeri Para Penyair Melayu
Pulau Penyengat kaya akan nilai budaya dan sejarah. Sebuah pulau kecil Kepulauan Riau, ini punya pengaruh berkembangnya peradaban Melayu dan Islam. Jaraknya sekitar 2 km dari Kota Tanjungpinang. Di masa lampau, pulau ini menjadi pusat pemerintahan Ke...

Pulau Penyengat kaya akan nilai budaya dan sejarah. Sebuah pulau kecil Kepulauan Riau, ini punya pengaruh berkembangnya peradaban Melayu dan Islam. Jaraknya sekitar 2 km dari Kota Tanjungpinang. Di masa lampau, pulau ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Jejak peninggalan peradaban Melayu dan Islam tersebar di setiap sudut.

Memiliki sejarah panjang, Pulau Penyengat juga menjadi pusat Kebudayaan dan Kesusastraan Melayu. Bukti itu bisa terlihat dari banyaknya naskah tersimpan di pulau ini. Zaman dahulu, penduduk Pulau Penyengat dikenal gemar menulis beragam karya keilmuan.

Salah seorang sastrawan terkenal adalah Raja Ali Haji. Raja Ali Haji juga dikenal ulama besar dari Melayu. Banyak karya sudah dihasilkan. Karya paling terkenal, yakni Gurindam Dua Belas pada tahun 1847. Karya Raja Ali Haji lainnya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa. Kemudian menjadi cikal bakal bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928.

Naskah kebudayaan Melayu di Pulau Penyengat kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Banyak buku maupun kitab butuh perhatian lebih. Kekayaan dimiliki berjuluk Negeri Para Penyair sebaiknya harus terus dirawat.

Rekomendasi