Boneka Prabu si 'pengendus' hantu

"Dunia astral, tak lagi cuma kemenyan melulu, terkesan kaku. Kita mau coba dunia mistis bisa jadi hiburan," kata Adam.

Pramirvan Datu Aprillatu
Boneka Prabu si 'pengendus' hantu
Foto makhluk astral. ©2015 Merdeka.com/Pramirvan Datu Aprillatu

Sebuah boneka dibalut baju berwarna hitam jadi pembisiknya. Saban kali melakukan berburu foto hantu, boneka itu selalu hadir. Tim Diary Mistery Jakarta memberi nama boneka itu si Prabu. Dia selalu menjadi media komunikasi bagi manusia dengan makhluk halus.Penasihat spiritual Tim Diary Mistery Jakarta, Adam Lucios sesekali menanyakan kondisinya lokasi. "Kita pindah jangan di sini, Prabu bilang kita harus pindah," kata Adam kepada merdeka.com di lokasi, pekan lalu.Dia berbisik kepada anggota lainnya saat mencari lokasi di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.Uniknya boneka ini tak pernah tertinggal saat berburu foto astral. Tim selalu menggunakan jasanya tatkala memburu makhluk astral itu. Seperti di perburuan kemarin malam, sebuah kamar mandi di area bumi perkemahan dipilih. Terkadang, prabu diikat di bahu Adam dengan kencang."Dia biasanya kasih tahu semuanya soal baik atau berakibat buruk," kata Adam.Dalam komunitas berbau mistis itu, seringkali memang menggunakan media dalam menunjukkan sebuah makhluk halus. Selain dengan kamera, mereka juga menggunakan manusia sebagai perantara. Mereka menyebutnya mediumisasi. Salah satu anggota membiarkan dirinya dirasuki makhluk astral ke dalam tubuhnya."Kita bisa tahu sejarah tempatnya seperti apa, lalu astralnya banyak cerita," ujar Adam.Dalam mediumisasi, Tim Diary Mistery Jakarta pernah punya pengalaman pahit. Anggota yang menjadi perantara hampir mau melompat dari gedung saat melakukan komunikasi. "Astral bertenaga besar mau membawa badan anggota melompat dari atas gedung," ujarnya.Selain itu, ada juga dalam komunitasnya memakai media lukis. Adam menyebut pelukis astral, dengan melukis makhluk halus.Komunitas ini memang memenuhi hobi anggota aktif sebanyak 30 orang. Selain berburu foto astral, berbagai macam kegiatan mistis juga diadakan saban pekan sekali. Komunitas ini sudah berdiri setahun belakangan. Namun, dari beberapa orang aktif sudah menekuni hobi ini lima tahun terakhir. "Saya sendiri sejak 2001 sudah suka dengan hobi mencari foto astral," ujar fotografer astral, Anton Halim.Komunitas pemburu foto hantu yang bermarkas di Cibubur, Jakarta ini berencana mendatangi setiap lokasi angker di Jakarta. Sejauh ini terowongan Cassablanca, penjara bawah tanah kota tua juga pernah mereka sambangi.Mereka punya misi mengubah mistis menjadi sebuah hiburan yang tidak harus ditakuti. Apalagi dengan adanya foto astral, teknologi dan dunia mistis masih bisa berdampingan. "Dunia astral, tak lagi cuma kemenyan melulu, terkesan kaku. Kita mau coba dunia mistis bisa jadi hiburan saja," kata Adam.

Rekomendasi