Saban malam menjelang di sekitaran Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, kerap ramai ditongkrongi cewek remaja. Makin malam di jalur itu bukan kian sepi, ada saja cpwpk-cowok belia datang membawa pasangan atau cewek cabe-cabean dengan sepeda motor keliling di bantaran jalan KBT.Di sana banyak nongkrong cabe-cabean hingga dini hari. Sambil bersenda gurau menatap ke arah aliran KBT, mereka menenggak minuman beralkohol jenis gingseng.Seperti penuturan Andre, 25 tahun, anak motor di bilangan Pondok Kopi, Jakarta Timur. "Kalau mabuk minumannya ginseng, belinya di tukang jamu. Harganya cuma Rp 5 ribu," kata Andre saat berbincang dengan merdeka.com akhir bulan lalu.Dari cerita Andre, mencari cabe-cabean bukan perkara sulit. Awalnya berkenalan dan rutin berkomunikasi lewat telepon seluler. Ujung-ujungnya kopi darat dan selanjutnya berakhir dengan hubungan badan. "Biasanya gue bawa ke kos," ujar.Andre membantah mencari cabe-cabean perlu mengeluarkan fulus. Cukup berkenalan dan mencari ke tempat nongkrong cabe-cabean. Mereka biasanya selektif memilih pasangan, tampang juga jadi pertimbangan. "Cabe-cabean mah gratis," ujarnya. Dia mengaku saat ini memiliki satu kuncian cabe-cabean di Ciledug, Tangerang.Dia mengungkapkan cabe-cabean di KBT memang hobi meminum ginseng. Selain murah, minum ginseng sama seperti menenggak arak oplosan. "Biar jreng kalo minum gituan," tutur Andre.Di sekitaran Kabupaten Bogor, cabe-cabean juga doyan menenggak minuman beralkohol. Ada minuman alkohol oplosan jenis blue. Warnanya mirip mimunan bersoda merek Pepsi. Bagi pemula, sekali tenggak bisa langsung bikin pusing. Ujung-ujungnya jalan pun sulit alias sempoyongan.Ada juga jenis lain, yaitu anggur merah. Cara mendapatkan mudah, biasanya dibeli di tukang jamu pinggir jalan. Harganya terjangkau, untuk minuman blue seharga 15 ribu per liter. Sedangkan anggur merah sekitar Rp 35 ribu.Apit mengaku tidak semua cabe-cabean gemar mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun kebanyakan cabe-cabean dia kenal hampir semuanya merokok.Selain suka dengan anak motor, cabe-cabean di Cibinong hingga Kota Depok dikenal gemar nongkrong dengan sopir angkutan perkotaan. Mereka mencari kesenangan sekaligus uang jajan. Mereka menyasar sopir remaja dengan mobil angkot hasil modifikasi.