Bisa dipanggil asal borongan

Minimal sepuluh pasien.

Pramirvan Datu Aprillatu
Bisa dipanggil asal borongan
Ilustrasi penis. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Mengelilingi pelosok negeri untuk menangani pasien masalah ranjang sudah biasa dilakoni Abah Otong, tabib memperbesar penis dari Kramat Watu, Serang, Banten. Dari ibu kota sampai ujung Pulau Kalimantan pernah dia sambangi hanya untuk memberikan kepuasan batin lelaki untuk bergulat di atas ranjang.Abah Otong bisa menerima panggilan pasien sesuai tempat perjanjian sudah ditentukan. Menurut dia, beberapa pasien memang masih menggangap aib bagi pemilik penis kecil. Apalagi, biasanya si pasien merupakan figur publik atau seorang pengusaha ternama di negeri ini."Pernah juga di luar Pulau Jawa. Semua ikut minta ditangani, dari atas sampai bawahan, masih kalangan pejabat juga," kata Abah Otong saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya, Sabtu pekan kemarin.Abah mengharuskan pasien ingin memanggil dirinya menyediakan tiket pesawat dan penginapan. Selain itu ada kuota. "Harus lebih dari sepuluh, bisa sendiri tapi biaya seperti sepuluh orang," ujarnya.Di tempat praktik Abah Otong suasana memang terasa kaku. Setiap pasien duduk di atas karpet sambil menyibukkan diri sendiri. Dua pria asal Bogor bermain telepon selulernya tanpa mau berinteraksi. Sisanya tiga lelaki asal Banten memilih mengobrol bersama sambil sesekali berbisik. Seorang pasien sempat bertanya kepada merdeka.com perihal kedatangannya ke tempat Abah. Dia melempar sindiran karena jawaban tidak dinilai tidak jujur. "Sudah Mas, santai saja. Kita semua tahu kalau ke sini masalahnya apa," tuturnya seraya tersenyum simpul.Dari hotel berbintang lima sampai hotel melati juga pernah dijadikan tempat praktik dadakan. Abah tak pernah mengeluh kondisi tempatnya, terpenting kondisi nyaman bagi si pasien menyerahkan penisnya untuk direparasi.

Rekomendasi