Baru saja kita meninggalkan tahun 2012 dan memasuki tahun 2013 dengan penuh optimisme. Tahun baru selalu menumbuhkan semangat dan harapan baru, apapun yang telah Anda capai di tahun sebelumnya seyogyanya menjadi pijakan untuk berbuat lebih baik di tahun ini.
Di Indonesia tahun 2012 ditandai dengan wacana kelas menengah yang jumlahnya semakin meningkat. Menurut data jumlah kelas menengah Indonesia tahun 2012 lebih dari 150 juta jiwa. Dari sisi ekonomi, naiknya jumlah kelas menengah mendorong tingkat konsumsi Indonesia meningkat. Hal ini tercermin dari kontribusi konsumsi swasta domestik di struktur PDB yang cukup besar.
Selain itu, melihat potensi ekonomi yang stabil juga berakibat pada derasnya aliran investasi asing di Indonesia. Indonesia ibaratnya menjadi gadis cantik yang dilamar banyak investor. Investasi tersebut bisa berupa foreign direct investment maupun investasi di pasar saham.
Lalu, bagaimana dengan tahun 2013? Beberapa analis ekonomi dalam berbagai laporan outlook ekonomi 2013 memprediksikan kondisi ekonomi Indonesia masih akan baik. Optimisme ini didukung oleh berbagai indikator ekonomi makro yang relatif baik. Indikator tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran internasional, dan tingkat pengangguran.
Di tingkatan mikro, tahun 2013 juga memunculkan optimisme. Perusahaan masih akan berekspansi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik. Karakter konsumen Indonesia yang terkenal "tukang belanja" membuat perusahaan-perusahaan menatap tahun 2013 dengan target pertumbuhan yang cukup tinggi.
Fenomena "tukang belanja" juga bisa dilihat dari tumbuhnya mal-mal yang dari waktu ke waktu semakin sesak memenuhi kota. Mal bagi warga kota bukan sekadar tempat belanja, tapi sudah menjadi "taman" warga kota, mal menjadi arena bermain keluarga dan sekaligus tempat untuk menghabiskan waktu di kala akhir pekan.
Fenomena belanja di tahun 2013 akan semakin meningkat paling tidak disebabkan oleh tiga hal. Pertama, pendapatan per kapita penduduk Indonesia semakin meningkat. Beberapa analis ekonomi memprediksi income per capita Indonesia tahun 2013 akan menembus USD 4.000. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut akan membuat daya beli masyarakat Indonesia semakin tinggi.
Kedua, gaya hidup konsumen Indonesia. Konsumen Indonesia sudah terkenal lebih mementingkan "keinginan" daripada "kebutuhan". Mereka lebih memilih membeli produk yang mereka inginkan, bukan yang mereka butuhkan. Lihatlah program cicilan 0 persen berbagai produk elektronik dan gadget laku keras. Juga program sale juga dipadati pengunjung bahkan mal-mal sampai membuat program sale di malam hari.
Ketiga, tahun 2013 adalah tahun politik. Menjelang pemilu 2014, tahun 2013 adalah tahun pemanasan politik. Sudah lumrah bila menjelang pemilu banyak uang beredar langsung ke masyarakat. Bagi pemerintahan SBY, tahun 2013 juga penting untuk konsolidasi pemerintahannya, dan berkaca pada periode pemerintahan SBY sebelumnya, di akhir pemerintahan biasanya mereka akan menggelontorkan berbagai program populis kepada masyarakat bawah.
Dengan demikian, tahun 2013 ini akan menjadi momen bagi konsumen membelanjakan uang mereka. Hal ini merupakan peluang bagi pemasar dan perusahaan. Siapa yang berhasil memikat mereka, tentu akan berhasil merebut porsi terbesar uang konsumen.
Selamat Tahun Baru, Selamat Datang di Tahun Belanja.
*CEO dan Founder Alvara
*Pendapat dalam tulisan ini melekat pada penulis pribadi, bukan mencerminkan pendapat merdeka.com