Karam lantaran telegram

Setelah tabrakan, kapal Titanic terbelah dalam dua menit.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Karam lantaran telegram
ILustrasi dari film the Titanic karya sutradara James Cameron yang dirilis pada 1997. (grabthoughts.wordpress.com)

Pelbagai spekulasi merebak dalam mengenai sebab tenggelamnya kapal mewah Titanic. Namun, seperti apa situasi menjelang tabrakan kapal itu dengan gunung es di tengah malam?Berikut rekonstruksi peristiwa itu berdasarkan liputan khusus sejarah nahas Titanic dari surat kabar the New York Times, 8 April 2012.Selepas beberapa kali uji coba sukses, pemilik Titanic J. Bruce Ismay dari perusahaan pelayaran White Star Line asal Inggris memutuskan kapal itu harus segera beroperasi. Tiket segera disebar. Mulai dari jutawan sampai kalangan buruh ramai-ramai membeli. Mereka ingin mencoba sensasi menumpang kapal termewah di muka Bumi.Pelayaran resmi dimulai 10 April 1912. Sang pemilik, Ismay, ikut juga. Titanic berangkat dari Pelabuhan Southampton, Inggris. Singgah sebentar di Cherbourg, kapal pesiar mewah ini lantas transit di Queenstown, Irlandia. Tepat 11 April siang, kapal ini langsung menembus Samudera Atlantik menuju New York, Amerika Serikat.Pada 14 April pagi, situasi darurat mulai tercium. Beberapa telegram berdatangan dari sejumlah kapal pelintas samudera lainnya. Ratusan bongkahan es sedang menutupi Atlantik. Asalnya dari perubahan iklim alamiah Pulau Greendland.Kapal Karonia sampai kapal SS Amerika berbendera Jerman sudah memberi peringatan. Bongkahan es terlalu berbahaya buat dilewati.Sebetulnya, awak Titanic sudah memiliki persiapan mumpuni. Sang nahkoda, Kapten Edward John Smith, bukan pelaut kemarin sore. Dia sudah berpengalaman dua dekade. Dari segi rancangan, badan Titanic bisa menerima beban cukup berat kalau terjadi tabrakan.Penyebab nahas, kemungkinan besar berada di pundak petugas penerima telegram. Teori ini paling disetujui ahli sejarah yang mereka ulang kecelakaan Titanic.Jadi, pada detik-detik menjelang pergantian hari, seluruh telegram dari kapal sejawat yang mengingatkan bongkahan es rupanya tidak sempat disampaikan operator telegram.Bahkan peringatan paling akhir, dikirim pukul 22.30 oleh Kapal Californian, dihiraukan karena si operator bernama Jack Phillips sibuk melayani pesanan penumpang. Titanic memang memiliki layanan telegram buat para penumpang kelas satu. Nahkoda dan kelasi terlena dengan kondisi permukaan laut kelihatan tenang. Tidak ada bulan, namun cuaca cerah. Padahal, jarak pandang para kelasi sebetulnya terbatas.Akhirnya gunung es terlihat pukul 23.39, tepat beberapa menit sebelum tabrakan. Juru mudi Robert Hitchens berupaya memutar. Rupanya hal itu sia-sia. Titanic menyerempet bongkahan es raksasa itu.Mulanya awak dan penumpang merasa aman. Kapten Smith bahkan sempat mengumumkan perjalanan bisa berlangsung normal kembali.Rupanya, serempatan kecil itu berakibat fatal. Sobekan di palka bawah selebar 12 meter berefek domino bagi lambung kapal. Dampaknya bahkan lebih parah dari tabrakan langsung andai jalur kapal tidak diubah.Tak lama setelah pergantian hari, sekitar pukul 00.15, ketahuan kondisi kapal tak tertolong. Penumpang diminta naik perahu penyelamat. Masalah lain muncul. Jumlahnya tidak mencukupi. Akhirnya semua berebutan. Situasi tidak terkendali. Kapten Smith merasa bertanggung jawab dan bertahan di kapal.Hal paling tidak terduga dari kecelakaan itu adalah patahnya Titanic menjadi dua bagian hanya dalam dua menit. Pukul 02.20, tanggal 15 April 1912, Titanic yang terbelah langsung tenggelam ke dasar samudera.Korban tewas 1.514 orang. Cuma 710 penumpang dan awak selamat. Peristiwa itu lantas diingat semua orang sebagai salah satu tragedi terbesar abad ke-20.

Rekomendasi