Petaka kapal dewa

Perancang Titanic, J. Bruce Ismay, berani sesumbar kapalnya mustahil tenggelam karena sangat canggih.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Petaka kapal dewa
Lukisan kapal Titanic. (fortunecity.com)

Hingga hari ini, Titanic tetap menjadi kapal paling terkenal sepanjang masa. Tentu saja karena kisah tragis yang menyelimuti. Kapal itu langsung karam pada pelayaran resmi pertama, menewaskan separuh lebih penumpangnya dan menjadi perbincangan di seluruh dunia.

Peristiwa itu terjadi pada 15 April, seabad lalu. Berikut tulisan berseri sejarah nahas Titanic yang didasarkan pada laporan khusus surat kabar the New York Times.

Sejatinya, Titanic dirancang menjadi kapal paling mewah pada masanya. Dua orang yang mempunyai ide adalah pengusaha jasa pelayaran J. Bruce Ismay dan investor asal Amerika Sertikat J. Pierpont Morgan.

Pada 1907, bisnis pelayaran lintas Samudera Atlantik berjalan sengit. Perusahaan White Star Line asal Inggris milik Ismay terancam dengan munculnya kapal Lusitania milik perusahaan saingan Cunard yang menawarkan kecepatan. Alhasil, warga Eropa yang ingin ke Amerika dan sebaliknya lebih memilih naik Lusitania.

Dua sekawan Ismay dan Morgan bertemu membahas rencana bisnis buat menyaingi Lusitania yang sedang naik daun. Ismay pun mempunyai gagasan membuat kapal yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan buat penumpang.

Dalam bayangan Ismay, kapal ini adalah hotel bintang lima yang mengapung di air. Hidangan buat penumpang harus berkelas, kabin tempat tidur apalagi. Ada juga panggung hiburan sampai kafetaria.

Karena itu nama yang dipilih pun tidak main-main. Titanic. Berasal dari kata Titan, sebutan buat dewa-dewi Yunani yang menciptakan alam semesta. Mulanya Ismay kepikiran memberi nama 'Gigantic', tapi ide itu urung diwujudkan. Juragan kapal asal Inggris ini juga membuat kapal serupa, tapi berwujud lebih kecil bernama 'Olympic'.

Rancangan kapal selesai setahun sesudah pertemuan itu. Titanic mulai dibangun pada 30 Juli 1908 di Ibu Kota Belfast, Irlandia. Panjang kapal raksasa ini 269 meter, lebar 28 meter, dan tingginya 32 meter. Bobot mati kapal dewa ini seratus ton. Titanic akhirnya selesai dikerjakan pada 31 Mei 1911.

Serangkaian uji coba dilakukan. Ketika masa uji coba itu, Ismay sempat berkata kepada pers kapalnya amat canggih, mustahil tenggelam.

Awalnya, Ismay hanya ingin menyasar penumpang kalangan berduit. Namun, melihat animo masyarakat sangat tinggi setelah kabar pembuatan kapal ini menyebar, dia memutuskan membuka kelas ekonomi di bagian paling bawah.

Keputusan ini rupanya tidak dibarengi jumlah kapal penyelamat memadai. Hal ini terbukti menjadi salah satu penyebab banyaknya korban di malam nahas saat Titanic menabrak gunung es pada 15 April 1912.

Rekomendasi