Perlawanan dari Petamburan

Kamis, 15 Juni 2017 08:04 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pengajian di Petamburan. ©2017 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Jemaah Petamburan duduk tertib di markas Front Pembela Islam, Kamis (8/6). Mereka baru saja selesai menggelar acara 1.000 yasin untuk NKRI. Di depan mereka, Habib Asegaf yang berpakaian serba putih, memegang telepon genggam berwarna hitam. Dia mendekatkan telepon itu ke arah pengeras suara. Suara pimpinan FPI Habib Rizieq menyapa para pengikutnya melalui pengeras suara.

Para jemaah laki-laki langsung mengeluarkan telepon selularnya dan bergegas merekam pesan Rizieq. "Saudara segenap para habib dan para aktivis, pimpinan FPI yang pada hari ini menggelar buka puasa bersama. Pada kesempatan kali ini singkat saja. Dari tanah suci saya ingin menyampaikan kepada kaum muslimin," kata Rizieq.

Dia mengutarakan upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis muslim yang semakin menjadi-jadi. Dengan lantang Rizieq menyerukan gelombang perlawanan. "Perlawanan yang saya maksudkan di sini adalah perlawanan hukum maupun politik," tegas Rizieq.

Seruan untuk melakukan perlawanan politik bisa dilakukan dengan cara lobi-lobi politik dengan legislatif maupun eksekutif. Pimpinan ormas Islam seperti GNPF MUI, presidium alumni 212 dan FUI menjadi garda terdepan melakukan perlawanan politik.

"Mereka melakukan langkah-langkah konkret untuk melakukan lobi politik baik dengan legislatif maupun eksekutif," kata Rizieq.

Karena itu Rizieq berpesan kepada pengikut-pengikutnya untuk merapatkan barisan memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang berjuang melakukan perlawanan politik. Dia meminta semua pihak tidak menyerah dengan serangan politik yang menyudutkan ulama dan aktivis muslim. Serangan politik harus diimbangi dengan perlawanan politik. "Manakala kita diserang secara politik, kita juga harus melawan secara politik," pesannya.

Menurut dia, upaya kriminalisasi tak cukup hanya dilakukan dengan perlawanan politik. Perlu juga perlawanan hukum. Pengacara Rizieq sudah mengambil langkah hukum untuk kasus yang tengah menjeratnya. Meski kini berada di tanah suci, Rizieq selalu memantau perkembangan gejolak politik dan hukum di tanah air.

"Karena itu dari tanah suci saya tetap memonitor, saya tetap mengontrol, saya tetap terus mengikuti semua perkembangan yang terjadi di Indonesia," lanjut dia.

Salah satu bentuk perlawanan nyata yang bisa dilakukan adalah aksi bela Islam. Aksi turun ke jalan tidak boleh terputus dan tetap satu komando di bawah pimpinan para ulama dan habib.

"Kita tetap satu komando, kita harus satu komando. Kalau itu yang kita lakukan Insya Allah akan memberikan kemenangan untuk kita semua," kata Dia.

"Amin," seru para jemaah yang hadir saat itu.

Dia yakin pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT sudah dekat. "Sudah dekat, Wa bassyiri mu'minin dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman," kata Rizieq dengan suara lantang.

Rizieq juga tak akan putus untuk mengajak para seluruh umat Islam agar tetap berjuang membela agama dan NKRI. "Saya ingin tanyakan kepada semua yang yang di sini siap berjuang?" tanya Rizieq pada jemaah.

"Siaaap" seru jemaah.

"siap bersatu?" Tanya Rizieq kembali.

"Siap," seru jemaah.

"Siap bersama ulama?," tanya Rizieq dengan nada meninggi.

"Siap," kata jemaah.

"Siap tegakkan Islam ?" tanya Rizieq kembali.

"Siap," seru jemaah lebih keras.

"Takbir!" ajak Rizieq.

"Allahuakbar," seru jemaah makin keras.

Di akhir kultumnya, Rizieq berpamitan. Kerinduan disampaikannya untuk para pengikutnya. "Sekian, dari tanah suci saya sampaikan salam rindu dari arab saudi Insya Allah dalam waktu dekat kita akan berjumpa lagi," tutup Rizieq.

Pesan berdurasi tujuh menit tersebut diakhiri takbir para jemaah. Dan rekaman suara Rizieq juga dimatikan. Setelah mendengarkan pesan dari Rizieq, azan Maghrib pun berkumandang. Para jemaah langsung berbuka puasa bersama.

Jubir FPI, Slamet Maarif menangkap pesan perlawanan yang disampaikan Rizieq dari tanah suci. Karena itu perlawanan dari jalur hukum terkait kriminalisasi ulama dan aktivis terus dilakukan. Begitu juga perlawanan politik yang tak pernah berhenti. "Jika persoalannya dengan politik ya kita lakukan dengan cara politik," kata Slamet.

Pihaknya mengaku sudah menyambangi beberapa pimpinan partai politik untuk berdialog. Bukan hanya itu, jalur lain juga mereka sudah tempuh dengan cara datang ke DPR, komisi III. "Dengan semua partai kita buka pintu dialog," tutup Slamet. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.