Peluang Gibran Maju Wali Kota Solo

Senin, 30 September 2019 09:24 Reporter : Arie Sunaryo
Peluang Gibran Maju Wali Kota Solo Gibran. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pendaftaran bakal calon wali kota Solo sudah ditutup. Nama Gibran Rakabuming tidak masuk. Sudah dua nama diserahkan PDIP Kota Solo kepada pengurus partai pusat. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu bisa berharap lewat jalur independen atau menunggu dapat kesempatan lain.

Dua nama diusung PDIP Kota Solo, yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Mereka adalah Wakil Wali Kota dan Sekretaris DPC PDIP Solo. Kedua nama itu diserahkan langsung ketua DPC PDIP sekaligus wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Berkas Purnomo dan Teguh langsung dikirim Rudy ke DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi. Namun, belum diketahui kapan rekomendasi tersebut turun.

"Partai hanya menugaskan Purnomo-Teguh untuk menjadi bakal calon. Itu aspirasi dari anak ranting sampai PAC," kata Rudy kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Menurut Rudy, keduanya merupakan hasil penjaringan internal partai. Penjaringan internal dilakukan karena perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Solo lebih dari 25 persen. Sehingga dua nama itu merupakan usulan dari pengurus wilayah.

Selain itu, untuk Pilkada 2020 nanti, DPC PDIP Solo diberikan hak otonom melakukan seleksi pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Pemberian ini sebagai apresiasi atas perolehan hasil Pemilu 2019 PDIP mendapatkan 62 persen.

©2019 Merdeka.com

Mengenai peluang Gibran, mantan rekan duet Jokowi di Solo ini menyarankan untuk mendaftar melalui pengurus DPP maupun DPD. Walau pintu pendaftaran sudah tertutup, Rudy tidak bisa melarang bila anak presiden itu tetap berhasrat ingin duduk sebagai wali kota Solo.

"Itu hak Gibran. Kami tidak akan melarang," ucapnya.

Ketua PDIP bidang kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mempersilakan Gibran mendaftar sebagai wali kota Solo melalui DPD maupun DPP PDIP. Untuk peluang masuk, tentu tidak mudah. Apalagi bakal banyak pesaing.

PDIP juga mempunyai penilaian tersendiri tentang calon kepala daerah akan diusung. Sehingga nanti tiap bakal calon bakal melewati banyak tahap seleksi. Bisa dilihat dari elektabilitas, popularitas sampai mengikuti uji kelayakan.

Dengan mekanisme ini, kata Djarot, Gibran sebenarnya masih punya peluang. Apalagi semua nama yang diserahkan belum mendapat keputusan pengurus partai pusat.

"Sebelum ada keputusan dari DPP itu kan masih terbuka peluangnya, kan sekarang belum ada keputusan. masih penjaringan dan karena sekarang masih tahap penyaringan tahap awal," jelas Djarot kepada merdeka.com.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengklaim partainya tidak memberikan tiket emas untuk Gibran bila maju sebagai bakal calon wali kota. Gibran tetap harus melalui penjaringan calon kepala daerah. Termasuk jika mendaftar melalui DPP PDIP.

"Semua pintu sama tingkatannya. Tidak ada dibeda-bedakan," ujar Hasto.

Gibran daftar PDIP ©2019 Merdeka.com/arie sunaryo

Sejauh ini niatan Gibran maju sebagai bakal calon wali kota Solo, Hasto mengaku belum ada komunikasi dengan Jokowi. "Kami belum berkomunikasi dengan pak Jokowi terkait dengan mas Gibran," ucapnya.

Upaya meminta konfirmasi kepada Gibran belum mendapat tanggapan. Dia tidak bisa dihubungi secara pribadi maupun melalui ajudannya. Keluarga Gibran juga tidak mau memberi komentar terkait sikap politik Gibran.

Wejangan Untuk Gibran

FX Rudyatmo menyarankan Gibran memperdalam tentang kepartaian maupun kemasyarakatan terlebih dulu. Pembelajaran itu bisa didapat dengan mengikuti seolah partai agar lebih matang. Dengan cara itu, tidak menutup kemungkinan Pilkada Serentak 2024 justru menjadi peluang besar.

Bila dibandingkan dengan Achmad Purnomo, tentu pengalaman Gibran masih jauh. Wakil wali kota selama dua periode itu, kata Rudy, pantas mendapatkan kepercayaan untuk menjadi bakal calon wali kota yang ditugaskan partai. Buktinya perolehan suara PDIP pada Pemilu meningkat. Saat Rudy dan Purnomo maju lagi, meningkat menjadi 30 kursi.

"Mengurus pemerintahan tidak segampang yang dibayangkan, tidak hanya cukup bermodal muda usia saja," kata Rudy.

Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP, Ganjar Pranowo, melihat darah politik Jokowi sudah mengalir kepada Gibran. Apalagi usia Gibran masih sangat muda, sehingga cenderung meniru atau mengidolakan ayahnya.

Dengan usia muda, Gibran mempunyai kesempatan yang lebih panjang. Untuk mencapai titik tertinggi memang diperlukan banyak polesan lebih. "Tinggal dilap, dipersiapkan dengan baik gitu, pasti jadi nanti," ungkap Ganjar.

Ganjar melihat peluang Gibran sangat besar untuk memimpin Kota Solo jika mau bersabar. Untuk itu Gibran diminta tidak perlu khawatir untuk terjun ke dunia politik. Usia yang masih sangat muda saat ini, lebih baik digunakan terlebih dahulu untuk belajar dan mencari banyak ruang untuk mematangkan diri.

"Mas Gibran perlu mencari ruang-ruang untuk mematangkan diri," ujarnya. Walaupun Ganjar tetap mempersilakan Gibran bila tetap ingin mendaftar sebagai calon wali kota di Pilkada 2020. Dia juga meminta agar tak ada pihak mencoba menghalangi niat Gibran tersebut.

Pengamat politik Muradi melihat sosok Gibran setelah sukses sebagai pengusaha, tentu ingin melakukan langkah lain. Memang sudah kelihatan bahwa hasrat politik sang ayah ada pada diri putra sulungnya tersebut.

Gairah Gibran untuk maju sebagai wali kota Solo dengan mendaftar sebagai anggota sudah menjadi jalan awal. Untuk itu, Muradi juga menyarankan PDIP harus jernih dalam memberi rekomendasi Pilwalkot Solo nanti.

"Saya kira perlu pemikiran partai yang jernih. Apakah mengusung Gibran di Solo itu akan bagus atau negatif bagi partai," ungkap Muradi menjelaskan. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini