Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakistan sempat lama dikuasai tokoh Syiah

Pakistan sempat lama dikuasai tokoh Syiah Mendiang Benazir Bhutto adalah penganut Syiah. Dia merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. (oknation.net)

Merdeka.com - Dua dekade terakhir, kelompok Sunni seolah menguasai Pakistan. Minoritas muslim aliran Syiah kerap diserang bahkan tidak sedikit terbunuh.

Padahal, banyak politikus dan jenderal beraliran Syiah. Salah satunya bahkan pendiri Pakistan, seperti dilansir surat kabar the Tribune, (5/7/2012). Dia adalah Muhammad Ali Jinnah. Pria ini merupakan pemimpin Liga Muslim India di masa perjuangan melawan Inggris di awal abad ke-20.

Selepas berunding dengan Mohandas Karamachand Gandhi pada 1947, dia berhasil memaksa India merelakan saudara sebangsa muslim membangun negara berdaulat, terpisah dari wilayah mayoritas Hindu.

Jinnah, bernama asli Mahomedali Jinnahbhai dan dilahirkan di Ibu Kota Karachi pada 1876, berasal dari keluarga Syiah mazhab 12 imam. Walau religius, dia lebih suka disebut nasionalis. Terutama karena pengalaman belajar sebagai pengacara di Inggris.

Bagi rakyat Pakistan, dia pemimpin terbesar sepanjang sejarah negara itu. Meski mayoritas warga beraliran Sunni, tidak ada yang mempermasalahkan latar belakang Jinnah selaku penganut Syiah. Dia juga mengedepankan persatuan nasional sehingga dijuluki Quaid-i-Azam alias pemimpin di atas seluruh golongan. Sampai sekarang, tanggal lahirnya setiap 25 Desember menjadi hari libur nasional.

Nama besar lain berlatar belakang Syiah dalam kancah politik Pakistan adalah dinasti Bhutto. Keluarga ini sempat beberapa kali menguasai posisi puncak pemerintahan di negara tetangga China dan Nepal itu. Salah satu paling terkenal tentu saja Zulfikar Ali Bhutto. Pria kelahiran Desa Sindhi, Provinsi Rajput, ini adalah perdana menteri kesembilan Pakistan. Dia juga pernah menjabat presiden.

Zulfikar, seperti mayoritas warga desa asalnya, menganut Syiah mazhab Ismailiyah. Dia juga tidak pernah menampilkan ciri-ciri pengikut ahlul bait di muka umum dan lebih senang tampil sebagai seorang modern pro-Barat.

Dia mendirikan Partai Rakyat Pakistan (PPP) menjadi salah satu organisasi politik berpengaruh. Dia dibunuh saat Jenderal Zia ul-Haq melakukan kudeta militer pada 1979. Momen ini menandai mulai meningkatnya kekuatan politik Sunni.

Putrinya, Benazir Bhutto, seorang Syiah sekuler didikan Inggris, akhirnya kembali dari pengasingan. Pada 1988. Dia bahkan sukses menjadi perdana menteri perempuan pertama sebuah negara mayoritas muslim. Benazir adalah politikus tangguh dan karismatik beraliran sosialis. Dia dicintai warga Pakistan, meski akhirnya tewas dibunuh lima tahun lalu oleh dua milisi Al Qaidah.

Rombongan mobil Benazir sedang berpawai di kota Rawalpindi diserang ledakan bom. Di tengah kondisi karut marut, seorang pria menembak dia dari jarak dekat.

Pengaruh keluarga Bhutto tersisa dari sosok suami Benazir, Presiden Yasif Ali Zardari, dan anggota parlemen Fatimah Bhutto. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP