Sosok Merdeka

Bantu Mereka Merdeka dari Pemasungan

Selasa, 28 April 2020 08:55 Reporter : Syifa Hanifah
Bantu Mereka Merdeka dari Pemasungan dr Seno Bayu Aji Sp KJ (kanan) bertemu sedang keluarga pasien. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perasaan pilu tidak bisa ditutupi. Terlihat jelas dari binar mata pria itu. Di hadapannya berdiri kerangkeng sempit terbuat dari bambu. Ukurannya sekitar 1,5 x 2 meter. Posisinya di belakang rumah. Beralas tanah, bukan hewan ternak di dalamnya. Melainkan seorang wanita yang sudah 15 tahun terpaksa dipasung keluarga.

Berada di Desa Singamerta, Banjarnegara, Jawa Tengah. Wanita itu hanya duduk di dalam kerangkeng. Terkurung. Pakaian digunakan seadanya. Tubuhnya kurus. Sesekali mereka berinteraksi. Sering kali wanita itu memberi senyuman. Berasa sekali bahagia ada orang menemui.

Wanita alami gangguan jiwa tersebut bertemu dr Seno Bayu Aji Sp KJ. Pria ini seorang dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Dokter Seno, biasa dia disapa, sudah meminta keluarga melepas. Cara mengurung ini tentu tidak dibenarkan.

dr seno bayu aji sp kj
dr Seno Bayu Aji Sp KJ ©2020 Merdeka.com

Mereka terpaksa tetap mengurung orang dengan gangguan jiwa itu dengan alasan keamanan. Khawatir mengamuk dan ganggu warga sekitar. "Sebetulnya kami juga sudah memberikan masukan kepada keluarga untuk pasien sebaiknya jangan dikurung," ujar dr Seno kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu.

Sakit lama dan tidak rutin minum obat, semakin membuat kondisi wanita itu memprihatinkan. Keluarga juga tidak bisa bertindak lebih. Pasien gangguan jiwa itu juga kerap melakukan berbagai hal yang membuat keluarga takut. Keputusan mengurung menjadi pilihan terbaik bagi mereka meskipun salah.

Upaya memberikan obat selalu ditolak pasien. Berkali-kali tim perawat yang ikut, mencoba membujuk. Pasien kukuh menolak. Obat pun tetap diberikan. Diberitahu pelan-pelan, meminta obat untuk dihabiskan.

Disadari dr Seno, praktik pemasungan maupun kurungan kepada orang gangguan jiwa memang masih marak di wilayahnya. Selain Banjarnegara, dia juga praktik di Wonosobo. Dua wilayah ini masih ditemukan. Walaupun harus diakui sebenarnya masyarakat sudah sadar itu tindakan salah. Perlahan mulai berkurang, meskipun masih ada.

Baca Selanjutnya: Selama pandemi virus corona atau...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini