6 Fakta Lumajang Miniatur Surga, Keindahan Wisata Alamnya Tak Tertandingi

Kawasan lereng Gunung Bromo ini menawarkan pesona alam yang tak bisa ditemukan di daerah lain.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
6 Fakta Lumajang Miniatur Surga, Keindahan Wisata Alamnya Tak Tertandingi
6 Fakta Lumajang Miniatur Surga, Keindahan Wisata Alamnya Tak Tertandingi (Merdeka.com)

Kawasan lereng Gunung Bromo ini menawarkan pesona alam yang tak bisa ditemukan di daerah lain

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kabupaten Lumajang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang dikenal paling eksotis. Daerah ini menawarkan sejumlah wisata alam yang membuat siapapun kagum akan keindahannya.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di Lumajang, khususnya di wilayah lereng Gunung Bromo. Mengutip ANTARA, Pemkab Lumajang menetapkan sektor pariwisata menjadi program prioritas pembangunan pada tahun 2024. Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pelestarian lingkungan.

Miniatur Surga
Dok. Istimewa

Sederet objek wisata alam di Kabupaten Lumajang tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Mulai dari air terjun Tumpak Sewu, Gua Tetes, Ranupani, Puncak B29, dan beberapa wisata lain di Kecamatan Pronojiwo.

Air Terjun Tumpak Sewu
Dok. Istimewa

Salah satu objek wisata alam paling terkenal di Lumajang adalah air terjun Tumpak Sewu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Air terjun ini terletak di perbatasan Malang dan Lumajang, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Jika ingin menikmati keindahan air terjun dari dekat, wisatawan harus menyiapkan stamina untuk turun menuju lokasi. 

Gua Tetes
Dok. Istimewa

Spot wisata ini merupakan gabungan antara air terjun dan gua. Gua ini pertama kali ditemukan seorang penggergaji kayu pada tahun 1969. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Nama Gua Tetes digunakan sebagai nama lokasi mengingat letaknya tepat di bawah air terjun. Alhasil, banyak tetesan air di dalam gua berasal dari resapan air yang menetes dari langit-langit gua.

Ranupani
Dok. Istimewa

Berada dalam ketinggian 2100 mdpl, Desa Ranupani merupakan desa terakhir pendakian Gunung Semeru.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pilihan aktivitas yang bisa dilakukan di Desa Ranupani yakni menikmati keindahan Danau Ranupani, berkendara dengan jeep, berkuda, atau mengunjungi rumah budaya. 

(Foto: Google Maps)

Puncak B29
Dok. Istimewa

Puncak B29 terkenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”. Dari puncak bukit ini, wisatawan bisa melihat hamparan lautan awan putih dan  menikmati sensasi seperti sedang berada di atas awan.

(Foto: Pemkab Probolinggo)

Rekomendasi